Kumparan Logo

Banyak Sekolah Ternama, Kini Kangbashi di China Tak Lagi Jadi Kota Hantu

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejalan kaki berjalan di sepanjang alun-alun yang sepi di Kangbashi, sebuah distrik di pinggiran Ordos, di Mongolia, China. Foto: AFP/Frederic J
zoom-in-whitePerbesar
Pejalan kaki berjalan di sepanjang alun-alun yang sepi di Kangbashi, sebuah distrik di pinggiran Ordos, di Mongolia, China. Foto: AFP/Frederic J

Ordos Kangbashi, sebuah kota di tengah gurun pasir Mongolia Dalam, China, terkenal dengan gedung dan apartemen kosong. Tak heran kota itu dijuluki sebagai guicheng atau kota hantu.

Sekarang distrik di kota tersebut kembali "hidup" usai berhasil menjual apartemen-apartemen yang sebelumnya kosong dan tidak ditempati.

"Kami bukan kota hantu lagi," kata seorang manajer penjualan properti lokal, seperti yang dikutip dari Asia Nikkei.

Lalu, bagaimana bisa Kota Kangbashi bisa bangkit dan tak lagi jadi kota hantu? Rahasianya adalah persaingan yang ketat antara siswa sekolah menengah dan para orang tua demi anaknya diterima di universitas ternama China.

video youtube embed

Begitu pejabat kota memindahkan beberapa sekolah ternama ke Kota Kangbashi, harga properti dengan investasi baru melonjak. Penduduk kota tersebut memuji hal ini, karena pilihan sekolah untuk pendidikan anak-anak mereka kini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Sekolah-sekolah berkualitas tinggi seperti SMA No. 1 Ordos, yang telah mengirim siswa ke universitas terkemuka di Beijing, dipindahkan ke Kangbashi.

"Mereka semacam memaksa guru-guru hebat untuk pindah dengan membujuk mereka dengan perumahan setengah harga," kata seorang penduduk.

Peraturan ketat seputar sekolah di distrik tersebut adalah mengharuskan orang tua yang ingin menyekolahkan anak ke sekolah ternama yang ada di Kota Kangbashi untuk memiliki rumah di sana.

Seorang pejalan kaki berjalan melewati sebuah patung di distrik Kangbashi Mongolia Dalam, di pinggiran Ordos. Foto: AFP/Frederic J

Kini pemerintah daerah Kangbashi sudah mulai menyetujui pembangunan kondominium lagi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

Ide dengan memindahkan sekolah ternama ini memang memiliki dampak yang mencolok, tetapi hanya bersifat sementara dan terbatas. Karena Tianjin dan Mongolia Dalam masih berada di posisi terbawah dari 31 provinsi dan kota tingkat provinsi di China dalam hal pertumbuhan ekonomi.

"Kami tidak dapat menghilangkan ketakutan bahwa jika pembangunan baru mulai berkembang, kami akan menciptakan kota hantu baru," kata seorang pengembang real estate Ordos.