Kumparan Logo

Becek Setiap Hari, Ini 5 Kota di Dunia yang Paling Sering Diguyur Hujan

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi traveler jalan-jalan saat musim hujan Foto: Dok. Pegipegi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi traveler jalan-jalan saat musim hujan Foto: Dok. Pegipegi

Curah hujan di suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti garis lintang, faktor ketinggian, arah angin, dan jarak dari badan air. Menurut laporan Bank Dunia, curah hujan tertinggi di dunia berpusat di sekitar garis khatulistiwa, puncak Amerika Selatan dan pulau-pulau di Asia Tenggara.

Dilansir Guardian, curah hujan tertinggi tercatat di kota-kota terpencil yang memiliki jumlah penduduk sedikit. Lantas, di mana sajakah tempat-tempat yang diklaim paling basah di dunia?

Berikut kumparan rangkum lima kota yang memiliki curah hujan tertinggi di dunia.

1. Mawsynram dan Cherrapunji, India

embed from external kumparan

Mawsynram dan Cherrapunji, kota kecil di timur laut India dinobatkan sebagai tempat paling basah di dunia. Menurut Guinness Book of Records, Mawsynram mendapatkan curah hujan sekitar 11.871 milimeter per tahun.

Curah hujan tahunan di Mawsynram disebut 10 kali dari rata-rata hujan nasional India yang hanya berkisar 1.083 milimeter per tahunnya. Sementara itu, Kota Cherra yang lokasinya berjarak 15 kilometer dari Mawsynram, memiliki curah hujan sekitar 11.777 milimeter per tahun atau terbesar kedua di dunia.

Meskipun begitu, Cherrapunji akan menjadi kota neraka ketika musim panas. Pada musim panas, suhu di sana akan naik hingga 23 derajat celsius. Namun, ketika musim dingin tiba, kota ini akan berubah membeku dengan suhu mencapai 7 derajat celsius.

2. Tutunendo dan Quibdo, Kolombia

embed from external kumparan

Di Amerika Selatan, Kolombia memiliki beberapa kota yang terus-menerus terkena hujan, salah satunya Tutenendo. Curah hujan tahunan di Tutendo rata-rata mencapai 11.770 milimeter. Hal inilah yang membuat kota tersebut diklaim sebagai kota terbasah di dunia.

Selain Tutendo, kota terpencil Quibdo juga masuk ke dalam daftar kota paling basah di dunia. Rata-rata curah hujan di kota tersebut mencapai 7.328 milimeter per tahun.

Kota yang menjadi rumah bagi 125 ribu penduduk ini dulunya merupakan pusat perdagangan budak yang terletak di tepi Sungai Atrato dan dikelilingi oleh hutan hujan tropis.

Curah hujan yang tinggi menjadi suatu keberkahan bagi warga Quibdo. Sebab, penduduk kota ini bergantung pada air hujan sebagai pasokan minum untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut akademisi Edwa Calderon, sekitar 85 persen penduduk meminum air yang dikumpulkan dalam wadah di atap rumah mereka.

3. Cropp River, Selandia Baru

Cropp River, Selandia Baru kota paling basah di dunia Foto: Wikimedia Commons

Beda dengan tiga tepat sebelumnya, Croopp River adalah area sungai di Pegunungan Selandia Baru. Croop River membentang seluas 9 km hingga Sungai Wichmbe, anak sungai Hokitika.

Sungai yang terletak di Selandia Baru ini mendapatkan curah hujan tahunan 11.516 milimeter. Ini sangat bertentangan dengan wilayah Selandia Baru lainnya yang lebih sering kering.

4. Big Bog dan Pu'u Kukui, Hawaii

embed from external kumparan

Big Bog adalah sebuah rawa dataran tinggi yang terletak di Pulau Maui, Hawaii. Lokasi ini memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, sehingga dinobatkan sebagai tempat paling basah di dunia.

Curah hujan di sini sekitar 10.272 milimeter per tahun atau menjadi lokasi paling basah ketujuh di dunia. Keindahannya yang menarik mata menjadikan daerah-daerah di pulau ini sebagai tujuan destinasi wisata terkemuka.

Selain Big Dog, Pu'u Kukui juga dinobatkan sebagai kota dengan curah hujan tertinggi di dunia. Pu'u Kukui adalah puncak gunung di wilayah barat Pulau Maui, negara bagian Hawaii, Amerika Serikat. Dengan ketinggian 1.764, curah hujan yang dimiliki Pu'u Kukui mencapai 9.293 milimeter.

5. San Antonio de Ureca, Pulau Bioko, Guinea Khatulistiwa

embed from external kumparan

San Antonio de Ureca, Pulau Bioko, Guinea Khatulistiwa setiap tahunnya diguyur hujan hingga 10.450 milimeter. Hal ini menjadikan San Antonio de Ureca sebagai tempat terbasah di Afrika dan masuk ke daftar kota dengan curah hujan tertinggi di dunia.

Tempat yang dikenal dengan nama Ureka atau Ureca ini mengalami musim kemarau antara bulan November hingga Maret. Selama musim kemarau, tempat ini menjadi daya tarik masyarakat sekitar untuk menyaksikan kura-kura yang datang ke daratan untuk bertelur.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).