Kumparan Logo

Begini Cara Kerja Wi-Fi Saat Penerbangan

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pria membuat panggilan telepon di pesawat (portrait) Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pria membuat panggilan telepon di pesawat (portrait) Foto: Shutter Stock

Dulu jika bepergian dengan menggunakan pesawat, sangat dilarang untuk menyalakan gadget atau sejenisnya. Karena pesawat harus bebas dari gangguan sinyal sekecil apa pun. Sebab, sedikit saja gangguan dapat mengakibatkan kecelakaan yang sangat fatal.

Hal ini dilakukan agar komunikasi antara pilot dengan petugas di bandara harus tetap terjaga dengan baik. Namun, akhir-akhir ini justru sudah banyak maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas Wi-Fi pada armadanya.

Namun, fasilitas tersebut tentu membuat kamu bertanya-tanya, bagaimana cara mendapat koneksi pada ketinggian 35.000 kaki?

Kini, hal itu bukan hal yang mustahil. Akses internet di dalam pesawat baru muncul dalam 20 tahun terakhir. Boeing mulai menawarkan akses internet pada tahun 2001 melalui layanan yang disebut 'Connexion.'

Ilustrasi penumpang pesawat asyik bergosip Foto: Shutter Stock

Fasilitas ini pertama kali digunakan oleh maskapai penerbangan AS American Airlines, Delta Airlines, dan United Airlines. Lalu berkembang secara komersial dari tahun 2004 dengan sejumlah maskapai penerbangan internasional, tetapi fasilitas ini tak lagi diberikan pada tahun 2006, karena serapan pasar yang terbatas.

Salah satu teknologi Wi-Fi yang berada pada pesawat adalah Air-toGround (ATG). Teknologi ATG ini membutuhkan paling tidak dua antena yang terpasang di badan pesawat.

Ketika pesawat berada pada ketinggian tertentu dan seorang pramugari atau pramugara menyalakan teknologi ini, maka antena yang terpasang tadi akan menarik sinyal.

Sinyal yang ditarik merupakan sinyal yang dipancarkan oleh menara seluler yang berada di daratan. Layanan internet yang dibuat ATG saat ini digunakan oleh beberapa maskapai penerbangan seperti American Airlines, Delta Airlines, United Airlines, British Airways, Virgin Atlantic, dan Cathay Pacific mulai 2008.

Ilustrasi penumpang wanita duduk di bangku tengah pesawat sambil bekerja Foto: Shutter Stock

Saat ini, sistem ATG baru bisa menawarkan kekuatan Wi-Fi hingga 3 Mbps. Artinya, kamu baru dapat menggunakannya untuk mengakses email dan mengecek beberapa akun media sosialmu.

Keterbatasan sistem ATG adalah jika pesawat keluar dari jangkauan menara seluler di darat ataupun sedang terbang di atas lautan, maka sinyal akan otomatis hilang. Sistem penerimaan sinyal Wi-Fi berbasis satelit yang lebih kuat bisa mengatasi hal itu, sehingga kamu bisa tetap terhubung ke jaringan internet dengan cakupan area yang lebih luas.

Dengan menggunakan satelit, ada antena yang harus diarahkan ke satelit tertentu ketika pesawat terbang. Ada tiga jenis antena yang biasa digunakan di pesawat-pesawat yang menyediakan fasilitas Wi-Fi dan menggunakan sistem satelit, yaitu Ku-Band, Ka-Band, dan Ku/Ka-Band.

Ilustrasi penumpang pesawat mendengarkan musik saat terbang Foto: Shutterstock

Antena Ku-Band bisa memberikan Wi-Fi dengan kecepatan hingga 30-40 Mbps. Walau demikian, kecepatan Wi-Fi akan tergantung seberapa banyak pesawat yang juga mengambil sinyal dari satelit tersebut. Semakin banyak pesawat yang terhubung ke satelit yang sama, maka kecepatan yang bisa didapat masing-masing pesawat pun semakin sedikit.

Selain tipe Ku-Band, ada pula antena tipe Ka-Band yang memberikan servis Wi-Fi tercepat, dengan kecepatan hingga 70 Mbps per pesawat. Dengan kecepatan ini, kamu bisa mengunggah foto ke berbagai media sosial hingga streaming video favoritmu.

Saat ini, baru Virgin America yang menggunakan antena gabungan Ka-/Ku-Band dalam pesawat-pesawat Airbus A320 terbarunya untuk penerbangan di Amerika Serikat. Sementara di benua lain, seri Airbus A350 dari Qatar Airways dan Ethiopian telah menggunakan antena Ka-Band yang akan memberikan sinyal Wi-Fi yang lebih kuat.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).