Kumparan Logo

Begini Serunya Terbang Batam - Anambas Naik Pesawat Mini Susi Air

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pilot Susi Air saat take off. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pilot Susi Air saat take off. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Terbang dengan pesawat besar seperti Airbus atau Boeing sudah biasa. Lalu bagaimana rasanya terbang dengan pesawat mini Cessna Grand Caravan 208? Tentu ada pengalaman yang tidak terlupakan.

Pada Selasa pagi, (16/7), kumparan mencoba menaiki pesawat Cessna Grand Caravan 208 milik maskapai Susi Air. Tujuannya adalah Bandara Letung Anambas. Terbang melalui Bandara Hang Nadim Batam tepat pada pukul 07.30 WIB.

Pesawat Susi Air di Bandara Hang Nadim Batam Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Sebelum menaiki pesawat, seperti biasa penumpang melakukan check-in tiket di bagian reservasi penerbangan. Tidak seperti saat naik pesawat biasa yang hanya perlu menyerahkan tiket dan menimbang bagasi, naik pesawat mini ini, penumpang dan seluruh barang bawaan baik bagasi maupun tas yang dibawa ke dalam kabin harus ditimbang.

Usai mendapatkan tiket 2 lembar kertas putih, penumpang segera boarding. Jumlah tempat duduk penumpang pesawat ini cukup sedikit yaitu hanya 11 orang.

Kondisi kabin pesawat Susi Air. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Terbang dengan pesawat mini Cessna Grand Caravan 208 ternyata penuh kejutan. Setelah masuk ke dalam pesawat, penumpang bisa duduk dengan bebas di kursi yang telah disediakan. Sang pilot kemudian memberikan penjelasan prosedur keselamatan penumpang tanpa dibantu pramugari.

Formasi tempat duduk di pesawat Cessna Grand Caravan 208 terdiri dari empat baris. Tiap baris terdiri dari satu kursi di sebelah kiri dan dua kursi di sebelah kanan. Khusus tempat duduk paling belakang ada dua kursinya tidak terpisah atau menyatu.

Penampakan Kepulauan Anambas dari atas Pesawat Susi Air. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Antara ruang pilot (cockpit) dan ruang penumpang tidak dipisahkan sekat apa pun. Semua aktivitas pilot mulai dari menerbangkan pesawat, mengontrol navigasi, hingga berkomunikasi dengan pihak bandara bisa dilihat langsung dengan jelas.

Kemudian lepas landas, pesawat mini ini ternyata memiliki tingkat kebisingan luar biasa. Suara dan getaran mesinnya cukup kuat di telinga. Maka tidak heran kedua pilot memakai headset atau earmuff untuk meredam suara berisik tersebut.

Penampakan Kepulauan Anambas dari atas Pesawat Susi Air. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Dengan jendela besar, pemandangan langit, hijaunya pulau, serta birunya laut yang membentang di Kepulauan Riau bisa terlihat dengan jelas. Pesawat ini memang terbang tidak terlalu tinggi.

Pengalaman yang tidak terlupakan adalah setiap manuver dan gerakan pesawat juga cukup terasa. Misalnya saja saat pilot memiringkan pesawat untuk berbelok atau ketika pesawat menembus awan. Bahkan Guncangan keras cukup terasa saat kena terpaan angin

Pesawat Susi Air tiba di Bandara Letung Anambas. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Sekitar 1 jam 20 menit terbang, daratan Anambas mulai terlihat. Landas pacu bandara yang panjangnya 1,2 km juga terlihat jelas. Pilot secara bertahap menurunkan kecepatan pesawat dan daya jelajah ketinggian. Tidak lama kemudian, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Letung Anambas tepat pukul 08.50 WIB.

"Selamat datang di Anambas. Terima kasih telah terbang dengan Susi Air," ucap sang pilot kepada penumpang mengakhiri perjalanan.