Belajar dari Kasus Jason Momoa, Ini Alasan Turis Dilarang Foto di Kapel Sistina

17 Mei 2022 15:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jason Momoa. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Jason Momoa. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Aktor Jason Momoa mendapat kritik dari netizen di media sosial setelah aksinya mengambil foto di dalam Kapel Sistina (Sistine Chapel) dan mengunggahnya ke Instagram.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan Instagram-nya pada 9 Mei lalu, bintang Aquaman itu mengunggah foto dirinya di bawah lukisan terkenal Michaelangelo yang menghiasi dinding dan langit-langit kapel ikonik di Vatikan, Roma, tersebut.
"AKU CINTA KAMU ITALIA, awal yang indah untuk hari libur kami menikmati ROMA," tulis Jason dalam keterangan unggahan foto dan video di akun pribadinya, @prideofgypsies.
Adapun kunjungannya ke Roma adalah untuk keperluan syuting film Fast X. Setelah menggunggah foto tersebut, sejumlah netizen mengingatkan sang aktor adanya larangan mengambil foto di dalam kapel tersebut karena berisiko merusak karya seni dari blitz kamera.
Usai menerima sejumlah kritik dari sejumlah pengikutnya, Jason menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa dirinya bukan bermaksud tidak menghormati budaya.
Jason Momoa. Foto: AFP/Angela Weiss
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya pernah berkunjung ke Kapel Sistina ketika berusia 19 atau 20 tahun. Jason mengeklaim saat itu memberikan sumbangan, sehingga rekan-rekan dan kru film bisa bergabung dengannya di Kapel Sistina pada hari libur syuting.
ADVERTISEMENT
"Orang-orang benar-benar ingin mengambil foto bersama saya," katanya.
"Saya sangat menghormati dan saya meminta izin untuk apa yang saya pikir akan baik-baik saja. Saya tidak akan pernah ingin melakukan hal apa pun yang dianggap tidak menghormati budaya seseorang. Jadi jika saya melakukannya, saya minta maaf," lanjutnya.
Kapel Sistina Foto: Shutter Stock
Belajar dari kasus tersebut, nyatanya ada beberapa tempat di dunia yang melarang turis untuk mengambil foto. Salah satunya adalah Kapel Sistina.
Lantas, kenapa turis dilarang mengambil foto di Kapel Sistina dan apa alasannya? Yuk, simak penjelasan berikut.

Alasan Turis Dilarang Ambil Foto di Kapel Sistina

Kapel Sistina, salah satu tempat wisata bersejarah. Foto: KKulikov/Shutterstock
Kapel Sistina merupakan salah satu tempat yang dikenal memiliki arsitektur bangunan yang indah dengan beragam karya seni paling terkenal di dunia. Walaupun begitu, Kapel Sistina melarang turis untuk berfoto di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Dilansir Mentalfloss, larangan berfoto di kapel bersejarah ini sudah berlaku sejak dekade lalu. Turis dilarang mengambil foto karena dikhawatirkan akan merusak karya seni yang sangat rentan di dalamnya. Saking rapuhnya, karya seni di kapel ini bisa rusak jika terkena kilatan atau blitz kamera.
Selain itu, ada alasan lain kenapa turis dilarang ambil foto di kapel tersebut. Salah satunya adalah restorasi kapel yang menelan membutuhkan waktu cukup lama. Bayangkan, saja restorasi kapel yang dilakukan sejak tahun 1980 lalu membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk menyelesaikannya.
Lukisan-lukisan bersejarah di Kapel Sistina. Foto: Creative Lab/Shutterstock
Satu-satunya yang pernah diberi kesempatan untuk mengambil foto Kapel Sistina adalah jaringan televisi Nippon asal Jepang. Itu pun hanya sampai pada tahun 1997.
Pengambilan foto tersebut dilakukan dalam rangka dokumentasi restorasi yang dilakukan. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan sebagai imbalan karena Nippon TV telah memberikan pendanaan yang cukup besar, sekitar USD 4,2 juta untuk restorasi Kapel Sistina.
Pengunjung Kapel Sistina. Foto: Wanchaiboon/Shutterstock
Sementara itu, menurut The Vatican Museums, Kapel Sistina menjadi salah satu tempat bersejarah karena menjadi salah satu landmark agama dan budaya yang sangat besar. Sebab, eksistensi Kota Vatikan muncul dengan penandatanganan Perjanjian Lateran pada 1929.
ADVERTISEMENT
Sebagai markas besar Gereja Katolik Roma, lokasi tersebut memiliki beberapa aturan dan peraturan yang ketat. Hingga kini, Vatikan pun masih menetapkan aturan yang melarang wisatawan untuk berfoto di tempat tersebut. Turis diminta untuk membaca pedoman sebelum berkunjung ke situs bersejarah itu.