Berencana Mendaki Gunung Semeru? Jangan Lupa Mampir ke 4 Danau Ini

Sebagai salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru masih menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki. Banyak di antara mereka yang mencoba untuk menggapai puncak gunung setinggi 3.676 mdpl itu, karena memilik panorama alam yang menakjubkan.
Tapi, enggak cuma gunungnya yang indah, Semeru juga memiliki danau-danau yang tak kalah cantik dan menarik untuk dikunjungi. Bahkan, indahnya danau tersebut membuatmu tak ingin beranjak dari tempat tersebut.
Sebenarnya, ada enam danau indah yang tersebar di seluruh area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tapi hanya ada empat danau yang cukup populer dan sering dikunjungi oleh para pendaki.
Di mana sajakah itu? Berikut kumparan rangkum empat pesona danau menawan di Gunung Semeru yang menarik dikunjungi:
1. Danau Ranu Kumbolo
Danau pertama yang tak boleh kamu lewatkan begitu saja saat berkunjung ke Semeru adalah Ranu Kumbolo. Dari sekian danau di Gunung Semeru, Ranu Kumbolo menjadi danau terpopuler bagi wisatawan.
Berada di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo menawarakan pemandangan yang eksotis. Terutama di pagi hari, ketika matahari muncul perlahan di sekitar danau dengan dua buah bukit hijau di bagian kanan kirinya.
Keindahannya itulah yang membuat para pendaki menyempatkan diri berkemah untuk menikmati keindahan Ranu Kumbolo, sebelum melanjutkan perjalanan mencapai puncak Semeru. Selain menjadi spot untuk menyaksikan indahnya sunrise, Ranu Kumbolo juga menyediakan air yang melimpah bagi para pendaki.
Tak hanya itu, pendaki juga bisa menyaksikan keindahan Ranu Pani dari atas Bukit Cinta, karena semakin tinggi pemandangan tampak semakin indah. Suhu di Ranu Kumbolo bisa saja menjadi sangat dingin, bahkan mencapai nol derajat. Jadi, buat kamu yang ingin bermalam di sana, sebaiknya mempersiapkan peralatan dengan sebaik mungkin.
2. Danau Ranu Pani
Selanjutnya, danau tak kalah cantik lainnya berada di desa dengan nama yang sama, yaitu Desa Ranu Pani. Danau ini menjadi salah satu dari tiga danau ikon Semeru, bersama Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo.
Danau Ranu Pani memang populer, karena menjadi gerbang masuk pendakian menuju ke area taman nasional di Gunung Semeru. Di tempat inilah biasanya para pendaki bisa memesan jasa guide atau porter sebelum melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
Danau yang berada di ketinggian 2.100 mdpl ini juga menawarkan pemandangan tak kalah indah, seperti halnya Ranu Kumbolo. Di sekitar danau terdapat vila atau penginapan yang bisa disewa oleh pendaki.
Namun, buat kamu yang ingin merasakan sensasi berada lebih dekat dengan alam, mendirikan tenda dan bermalam di sekitar danau adalah hal yang menarik dicoba. Suasana alam yang tenang dan hawa sejuk berselimut kabut menjadi hal yang akan kamu temukan di pagi hari.
3. Danau Ranu Regulo
Berada tidak jauh dari Ranu Pani, Danau Ranu Regulo juga menarik untuk kamu sambangi saat berada di TNBTS. Selain airnya yang jernih, danau ini dikelilingi dengan perbukitan hijau yang menyejukkan.
Ranu Regulo bisa menjadi alternatif para pendaki yang ingin bermalam, tanpa harus capek mendaki Ranu Kumbolo. Karena, terdapat lahan kosong di sekitar danau yang bisa dijadikan area berkemah.
Hal menarik dari danau ini adalah terdapatnya sebuah dermaga tanpa kapal dengan suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian. Apalagi pepohonan dengan latar belakang Gunung Semeru yang eksotis membuat siapapun akan jatuh hati.
Ranu Regulo bisa diakses melalui Gunung Bromo, tepatnya dengan menyeberangi pasir berbisik dan bukit teletubies, kemudian menuju Ranu Pani. Dari Ranu Pani, Ranu Regulo hanya berjarak sekitar 15 menit saja.
4. Danau Ranu Darungan
Terakhir adalah Danau Ranu Darungan yang terletak di Dusun Darugan, Desa Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Danau yang masih berada di kawasan hutan TNBTS ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu air danaunya yang bisa mengering dan kembali berarir sewaktu-waktu.
Pada suatu waktu, air di danau yang mengering membuat seluruh dasar danau bisa dilihat oleh wisatawan. Sedangkan, di lain waktu, air tersebut akan kembali muncul dan mengubahnya menjadi danau yang sangat indah.
Danau yang berada di ketinggian 830 mdpl ini dikelilingi dengan tebing dan hutan yang menjadi rumah satwa-satwa liar. Danau Ranu Darungan juga merupakan salah satu danau buatan yang diperkirakan dibangun oleh Belanda untuk dijadikan konservasi.
Meski dibuka untuk umum, tetapi danau ini jarang dikunjungi, karena medannya yang cukup sulit. Tapi, pemandangan Danau Ranu Darungan dijamin tak kalah indah dari beberapa danau yang telah disebutkan di atas.
Bagaimana, tertarik untuk berkunjung?
