Berjumpa dengan Lumba-lumba di Laut Koombana Bay, Australia Barat

Siapa yang tak suka dengan lumba-lumba? Tingkah laku mamalia cerdas yang berkomunikasi dengan sistem sonar ini selalu menarik perhatian wisatawan.
Tak mudah menemukan lumba-lumba liar yang hidup di laut lepas. Dan beberapa waktu lalu, kumparan mencoba peruntungan bertemu langsung dengan lumba-lumba di laut lepas.
Bersama dengan Tourism Western Australia, kumparan berkesempatan untuk mengunjungi Dolphin Discovery Center, Bunbury, Australia Barat. Tempat ini merupakan kawasan konservasi laut lepas di Koombana Bay sekaligus menjadi salah satu lokasi terbaik untuk berinteraksi langsung dengan lumba-lumba di laut lepas.
Koombana Bay menjadi salah satu lokasi paling favorit bagi lumba-lumba tuk mencari makan. Bahkan, dalam puncaknya, ada 150 lumba-lumba yang hadir di Koombana Bay dan dalam pengawasan tim konservasi.
"Populasi lumba-lumba di sini bisa mencapai 150 ekor dan kami berharap itu terus bertambah," kata CEO Dolphin Discovery Center, David Kerr, di lokasi.
Koombana Bay bisa menjadi tempat yang tepat untuk berenang dengan lumba-lumba. Tapi, tidak untuk bulan September seperti sekarang ini.
"Sekarang tidak disarankan untuk berenang karena terlalu dingin. Waktu yang paling tepat itu, November. Suhu lautnya baik dan jumlah lumba-lumba yang datang sangat banyak," tambah dia.
Karena bukan pada puncak kedatangan, bertemu langsung dengan lumba-lumba di Koombana Bay jadi tantangan tersendiri. Untuk bisa bertemu juga tak bisa hanya berdiri menunggu di pinggir pantai.
David lalu mengajak ke sisi lain dermaga. Di sana sudah menunggu sebuah kapal kecil berkapasitas 30 orang. Kapal inilah yang kemudian membawa kami ke tengah perairan Koombana Bay yang berjarak sekitar 5 km dari bibir pantai dan menghabiskan waktu satu jam.
Selama penelusuran ini, tak tampak tanda-tanda kemunculan lumba-lumba. Sang nakhoda sudah mendekatkan kapal ke arah kumpulan burung pelikan. Biasanya, kehadiran burung pelikan menandakan banyaknya ikan, dan lokasi itu pula yang menjadi tempat favorit bagi lumba-lumba.
"Sekali makan, lumba-lumba bisa menghabiskan 10 kg ikan. Dengan waktu ini, kemungkinan muncul hanya dua persen. Inilah tantangannya, jadi semoga kita berhasil," tutur David.
Nakhoda kemudian memutar balik arah kapal ke titik masuk ke salah satu titik. Tak lama, dia meminta wisatawan mengarahkan pandangan ke sisi kapal.
"Lihat di arah pukul 02.00, 90 persen saya yakin di sana akan muncul lumba-lumba yang kita tunggu," kata dia.
Beberapa menit kemudian, tiga ekor lumba-lumba muncul dari balik ombak yang menderu. Cepat-cepat mengambil ponsel dan kamera untuk mengabadikan momen itu.
Kehadiran tiga ekor lumba-lumba ini rupanya memancing kehadiran beberapa lumba-lumba lainnya. Satu per satu muncul, terhitung ada 10 ekor yang muncul dari berbagai penjuru kapal.
Lumba-lumba ini memang hanya muncul ke permukaan. Hanya satu ekor yang tampak loncat di antara ombak.
Mencicipi Berbagai Hal di Margaret River
Puas melihat lumba-lumba, perjalanan berlanjut ke kawasan Margaret River, South West, Western Australia. Di sini, banyak pabrik pembuatan produk khas dan yang menarik lagi, wisatawan bisa langsung mencicipi produk di sini.
Produk yang dapat langsung dicicipi oleh wisatawan adalah coklat dan biasanya ada tiga pilihan coklat yang bisa dicoba yaitu: dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate.
"Pabrik ini sudah berdiri selama 20 tahun. Di sini, kami membuat coklat dengan berbagai produk termasuk mencetak coklat dengan ikon, seperti kanguru dan koala," jelas Operation Manager Margaret River Chocolate Company, Ann McCormack.
Pengunjung yang datang bisa melihat pembuatan coklat dari salah satu jendela. Di kaca, tampak coklat berkarakter khas hewan Australia. Lalu di dalamnya ada mesin produksi coklat yang terus berputar.
Tak hanya itu, setelah membeli coklat atau olahan coklat, pengunjung dapat mengunjungi taman dan tempat makan yang berkonsep menyatu dengan alam.
Bila beruntung, kamu dapat melihat kanguru yang melintas. Bahkan, bila makanan ditinggalkan, makanan tersebut bisa dibawa kabur oleh burung.
Setelah puas melihat proses pembuatan coklat, wisatawan bisa mampir ke Margaret River Providore yang menjual segala bahan makanan hingga bahan olahan khas lainnya dan salah satu yang terbaik, yakni olife oil.
Dan tempat terakhir yang bisa dikunjungi, yakni Hay Shed Hill. Ini merupakan tempat produksi Wine. Di sini terdapat hamparan kebun anggur yang menjadi bahan dasar pembuatan Wine yang kemudian untuk dijual kepada wisatawan.
Sebagai bonus, di sini kamu dapat melihat pemandangan yang sangat indah yang ditampilkan lewat hamparan kebun anggur, bangunan rumah yang klasik, dilengkapi dengan wildflowers yang mulai bermekaran semakin mempercantik tempat ini.
