Berkenalan dengan Danau Baikal, The Pearl of Siberia

Selain memiliki Moskow dan St. Petersburg, Rusia juga memiliki banyak tempat yang menyuguhkan pemandangan tak kalah cantik. Misalnya saja Siberia, yang mempunyai beragam keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satu objek wisata terkenal di wilayah ini adalah Danau Baikal. Sebuah danau dengan beragam keunikan yang mampu membuat decak kagum.
Cawan raksasa yang diakui oleh Situs Warisan Dunia UNESCO ini berada di selatan Siberia. Tepatnya, di antara Oblast Irkutsk di barat laut dan Buryatia di tenggara, dekat Kota Irkutsk.

Dikelilingi pegunungan yang ditutupi salju, kedalaman Danau Baikal mencapai 1.637 m, dengan panjang 636 km, dan lebar 79 km. Hal ini sekaligus menjadikannya sebagai danau terdalam di dunia. Jika dilihat, penampilannya justru lebih mirip laut ketimbang danau.
Tak hanya itu saja, ternyata Danau Baikal juga menyimpan 23 persen air bersih di dunia. Ya, air di danau Baikal memang sangat jernih. Saking jernihnya, air di sini bisa langsung diminum.
Dengan luas lebih dari Kota Bandung, tak heran jika danau Baikal pun diisi oleh 27 pulau. Namun, sebagian besar pulau tersebut tidak berpenghuni.
Selain menyabet ‘penghargaan’ sebagai danau terdalam di dunia, ternyata Danau Baikal juga mendapat titel sebagai danau tertua di dunia. Percaya atau tidak, danau cantik ini sudah berusia lebih dari 25 juta tahun.

Dengan usianya yang sudah jutaan tahun, tak heran jika danau dihuni ribuan spesies tumbuhan dan hewan. Bahkan sebagian besar spesies di sana tidak dapat ditemukan di tempat lain. Seperti, anjing laut air tawar Baikal, omul, beragam invertebrata tembus pandang, serta ikan sturgeon.
Yang tak kalah membuat takjub adalah ketika Rusia mengalami musim dingin, tepatnya di Januari hingga Mei. Hamparan air danau itu akan berubah secara perlahan menjadi es.
Saat kolam air itu berubah menjadi lantai es, danau ini seolah menjadi kaca transparan yang sangat luas. Saking beningnya, pengunjung bisa melihat kedalaman danau 40 m.

Satu lagi hal unik dari Danau Baikal, yaitu saat menjelang musim semi. Tepatnya saat es akan mencair.
Lautan es tentunya akan mengalami keretakan secara perlahan. Suara yang dihasilkan dari retakan ini seolah menjadi 'musik' alami dari danau.
