Kumparan Logo

Bernostalgia Sejenak di Pasar Triwindu, Surakarta

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Pasar Triwindu yang terletak di Solo, Jawa Tengah dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang antik dan kuno. Pasar Triwindu berada persis di sisi selatan Pura Mangkunegaran, hanya berjarak sekitar 350 meter. Pasar ini merupakan peninggalan Raja Pura Mangkunegaran untuk memperingati tiga windu atau 24 tahun pemerintahan Mangkunegaran VII.

Dalam perjalanannya, pasar ini sempat terbengkalai dan tak terawat. Pedagang bahkan harus berdesakan menjajakan barang-barang kuno di sini. Sampai pada 2008, saat pemerintahan Wali Kota Solo, Joko Widodo, Pasar Triwindu pun direnovasi menjadi dua lantai. Sehingga, pedagang yang awalnya berhimpitan, kini mempunyai wilayah yang lebih luas dan nyaman.

Barang-barang antik yang dijual di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Suasana teduh dan nyaman langsung terasa saat kita memasuki kawasan Pasar Triwindu. Lagu-lagu lawas terdengar mengalun dari salah satu kios. Satu hal yang membuat mata tak bisa lepas dari kios-kios tersebut adalah cara para pedagang menyajikan barang-barang dagangan mereka.

Ratusan barang dalam satu kios ditata rapi: ditempel di tembok, diletakkan di lantai hingga digantung selang-seling di langit-langit kios. Semua barang disusun berhimpit, dikelompokkan sesuai jenisnya.

Barang-barang antik yang dijual di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Setiap kios memang terlihat penuh dan padat dengan barang-barang tersebut. Namun, justru itu yang jadi daya tarik. Apalagi beragam barang antik ini juga menyajikan berbagai warna, membuat tumpukan barang ini jadi lebih semarak.

Barang-barang antik yang dijual di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Beragam barang antik dan kuno dijual di sini mulai dari kamera jadul, uang koin dan kertas kuno tahun 1800-an, topeng, piring dan gelas kuno buatan 1960-an, hingga perkakas rumah tangga lainnya. Ada juga radio kuno, jam tangan bekas, patung, lampu hias kuno, hingga mainan tradisional tempo dulu, seperti dakon juga bisa dijumpai di pasar ini.

Selain di lantai dasar, lantai dua Pasar Triwindu juga tak kalah menarik untuk kamu dieksplorasi. Bahkan tangga menuju ke lantai dua juga didesain serupa dengan kios-kios di sini. Barang-barang antik digantung rapi disepanjang sisi anak tangga.

Barang-barang antik yang dijual di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Sesampainya di lantai dua, kamu akan melihat kios-kios yang sama sesaknya dengan yang ada di lantai dasar. Kios berdesakan ini menyisakan satu lorong tempat wisatawan bisa lalu lalang. Sejenak kamu akan merasa berada di lorong waktu, seperti kembali ke masa lalu.

Sesekali kamu akan mendapat sapaan ramah dari para pedagang. “Dilihat dulu boleh,” ujar salah satu pedagang mempersilakan setiap wisatawan yang lewat di depan kiosnya.

Harga barang-barang di sini cukup bervariasi. Mulai dari ribuan hingga jutaan, tergantung seberapa antik barang yang ingin kamu beli. Tak heran, jika pasar ini juga jadi surganya para kolektor barang-barang tertentu.

Wisatawan berkunjung di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Sore itu, wisatawan maupun pembeli yang datang tidak terlalu ramai. Beberapa terlihat tengah melihat-lihat barang. Ada juga yang sibuk mengabadikan momen.

Nah, berfoto di sini juga jadi hal yang harus kamu lakukan jika berkunjung ke Pasar Triwindu. Sebab, barang-barang antik ini akan memberikan kesan vintage di foto-foto hasil jepretanmu.

Mampir makan ke warung soto andalan Jokowi

Soto Triwindu di Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Jika lelah menyusuri Pasar Triwindu, tak ada salahnya kamu mampir sebentar mengisi perut. Kamu tinggal berjalan menyusuri gang kecil ke arah kiri dari pintu bertuliskan Pasar Triwindu.

Tak jauh, kamu akan melihat papan berwarna kuning terang bertuliskan Soto Triwindu. Soto ini memang salah satu makanan legendaris yang sudah ada sejak 1939. Warung ini juga jadi perbincangan netizen sebab soto ini merupakan santapan favorit Presiden Joko Widodo.

Lalu apa yang jadi spesial dari soto ini?

Soto Triwindu di Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Sejatinya, tampilan Soto Triwindu terlihat sangat sederhana. Berbeda dengan soto pada umumnya yang punya kuah kuning terang cenderung pekat, Soto Triwindu justru berkuah bening. Namun, justru kuah inilah yang jadi andalan. Kuah Soto Triwindu terasa segar, ringan namun sangat kuat kaldunya.

Rasa kuah yang segar ditambah daging, tauge, seledri menambah cita rasa soto ini semakin nikmat. Pembeli juga bisa memilih jenis daging lainnya seperti kikil, babat, empal, hingga iso.

Soto Triwindu disajikan bersama tempe goreng Foto: Selfy Momongan

Ada juga berbagai macam gorengan yang disediakan di etalase untuk menemani semangkuk soto ini. Ada tempe, tahu, lentho, perkdel dan bakwan.

Wati, menantu Hj Yoso Sumarto yang tidak lain adalah pendiri Soto Triwindu, mengatakan resep yang dipakai merupakan resep warisan turun temurun.

Meski banyak bahan pangan yang harganya naik, Wati mengklaim tak pernah mengurangi resep yang sejak dulu sudah dipakai. Bahkan, menurut Wati, banyak pelanggan setia yang mengakui bahwa rasa soto tersebut tak pernah berubah.

Soto Triwindu di Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

“Dari dulu sampai sekarang rasanya sama. Tidak ada yang berubah. Mau bahan-bahan harganya naik, resepnya tetap sama,” ujar Wati.

Mungkin, inilah yang membuat Soto Triwindu rasanya selalu bikin rindu, slogan yang disematkan untuk makanan ikonik ini.

Karena rasanya yang otentik, banyak tokoh penting yang mampir jajan ke Soto Triwindu. Bahkan menurut Wati, jauh sebelum menjabat menjadi walikota maupun presiden, Jokowi dan keluarga juga sudah sering makan Soto Triwindu.

Wati, pengelola Soto Triwindu di Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

“Kalau Pak Jokowi sukanya kikil, kalo Ibu Iriana sukanya iso sama empal, pasti itu. Minumnya wedhang jeruk. Kalau Mas Gibran kalau enggak babat ya paru," ujar Wati.

Nah, jika kamu sempat berkunjung ke warung ini, ada hal unik yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa napak tilas kunjungan Jokowi saat jajan ke sini dengan duduk di meja nomor 01.

Menurut Wati, setiap kali berkunjung, Jokowi dan Iriana selalu duduk di meja nomor 01. Meja tersebut berada persis di samping kuali soto.

“Mesti duduknya di sini. Selalu di sini,” ujar Wati sambil menunjuk kursi dan meja nomor 01.

Meja 01, spot favorit Presiden Joko Widodo setiap bertandang ke Soto Triwindu di Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Jika kamu berencana jajan ke sini, sangat disarankan untuk datang tidak lewat dari tengah hari. Sebab warung ini buka mulai pukul 05.30 pagi hingga pukul 15.00 sore. “Kalau sudah siang banyak lauk yang sudah habis. Ramainya kalau pagi,” ujar Wati.

Yuk, segera siapkan waktumu untuk bernostalgia di Triwindu!