Kumparan Logo

Biak akan Bangun Museum Bawah Laut, Koleksinya Benda Peninggalan Perang Dunia II

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan bawah laut Biak. Foto: Yusuf Wiranata/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan bawah laut Biak. Foto: Yusuf Wiranata/Shutterstock

Keindahan alam Indonesia memang sudah tidak terbantahkan lagi. Dari Sabang sampai Merauke, semua menyimpan daya tarik masing-masing seperti halnya Biak di Papua yang terkenal akan keindahan bawah lautnya.

Menyadari besarnya potensi dan keanekaragaman bawah laut yang dimiliki Biak, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan mendirikan museum bawah laut sebagai destinasi wisata unggulan.

Keindahan bawah laut Biak. Foto: Yusuf Wiranata/Shutterstock

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun, mengatakan proses pengajuan pendirian museum bawah laut sudah diajukan ke pihak terkait.

"Proses pengajuan pendirian museum bawah laut sudah diajukan kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kemenko Kemaritiman dan Investasi oleh Bupati Herry Ario Naap pada saat penutupan Sail Teluk Cenderawasih 27 November 2023," ujar Onny seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan pengajuan izin museum bawah laut sebagai destinasi pariwisata Biak Numfor sudah disetujui, dan sampai sekarang pihak Dispar masih menunggu keluarnya surat keputusan penetapan dari Kemendikbud.

Jika izin museum bawah laut destinasi wisata sudah ditetapkan, lanjut Onny, maka Kabupaten Biak Numfor satu-satunya yang telah punya museum di bawah laut.

"Ya pendirian museum bawah laut dimiliki Biak ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan sejumlah kementerian terkait di Jakarta," katanya.

Koleksi Museum Bawah Laut Biak

Penyelam yang berfoto dengan bangkai pesawat di bawah laut Biak. Foto: Nathan Kawer/Shutterstock

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Berto Sroyer mengatakan wilayah museum bawah laut Biak nantinya meliputi Perairan Padaido/Aimando, yakni pulau Nusi, Wundi, Mansorbabo dan beberapa kampung lainnya.

Berto menyebut museum ini menyimpan beragam barang sisa peninggalan perang Dunia II di area perairan kepulauan Padaido/Aimando.

Dia menjelaskan berbagai benda peninggalan perang dunia II yang ditemukan di perairan seperti torpedo net, bangkai mobil, bangkai pesawat Amerika hingga aksesoris lainnya.

Panorama keindahan pulau dan perairan di Biak. Foto: bung ror/Shutterstock

Sejumlah barang bekas peninggalan perang Dunia II, lanjut Berto, sampai sekarang masih dapat dijumpai di areal perairan Padaido/Aimando Kabupaten Biak Numfor.

Berto menyebutkan hasil pendataan museum bawah laut di Biak punya potensi besar menjadi destinasi wisata unggulan daerah di Tanah Papua.

"Apalagi pada 2024 destinasi pariwisata Biak sudah masuk menjadi agenda prioritas nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan," harap Berto.