Bobobox Ungkap Tren Pencarian Akomodasi yang Diminati Traveler di 2023

14 Desember 2022 14:24
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tamu hotel. Foto: Dragon Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tamu hotel. Foto: Dragon Images/Shutterstock
Tren traveling yang terus berkembang seiring berjalannya waktu tak hanya mempengaruhi gaya liburan seseorang. Bukan hanya gaya traveling seseorang yang berubah, pemilihan akomodasi atau tempat menginap pun juga mengalami perubahan.
CEO sekaligus Co-Founder Bobobox, Indra Gunawan, mengatakan bahwa ke depan banyak traveler yang memilih penginapan yang nyaman dan juga ramah di kantong.
"Kalau tren akomodasi yang kita lihat yang saya yakin bukan hanya Bobobox ,ya, tapi juga hospitality brand lain bahwa yang akan dicari itu sekarang ke arah convenience (kenyamanan), sama affordability (keterjangkauan)," ujar Indra, saat ditemui kumparan dalam acara Year-End Media Gathering Bobobox di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12).
CEO dan Co-Founder Bobobox, Indra Gunawan. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO dan Co-Founder Bobobox, Indra Gunawan. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Salah satunya adalah isu resesi yang mencuat beberapa waktu belakangan terakhir.
"Kenapa? Karena sekarang banyak orang, kan, sedang mengantisipasi resesi dan kita juga melihat bahwa perputaran ekonomi kita masih belum balik seperti pre-covid," imbuhnya.
Bobocabin Gunung Mas. Foto: Dok. Bobobox
zoom-in-whitePerbesar
Bobocabin Gunung Mas. Foto: Dok. Bobobox
Hal itu pula yang melatarbelakangi traveler memilih tempat menginap yang nyaman, namun dengan harga yang masuk akal.
"Jadi, segala pilihan, saya yakin bakal mengacu ke affordability ke economic policy. 'Berapa yang saya bayar?', 'Apa yang saya dapatkan?'. Pasti akan balik ke basic question (pertanyaan dasar) seperti itu," kata Indra.

Banyak Hotel Bakal Turunkan Harga

Akibatnya, banyak hotel akan memberikan potongan harga menarik untuk mendapatkan market atau pasar mereka kembali. Indra pun memberikan contoh, seperti Airbnb yang diprediksi akan mengurangi harga persewaannya di berbagai tempat.
"Makanya saya melihat bakalan banyak hotel-hotel butik atau jaringan hotel lain, seperti halnya economic sharing platform seperti Airbnb, yang bakal mencoba men-tone down (menurunkan) dari segi pricing (harga)-nya, agar bisa gerak di market," ungkapnya.
 Ilustrasi tamu hotel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tamu hotel. Foto: Shutter Stock
Selain itu, pertumbuhan hotel-hotel bintang dua ke atas juga diprediksi akan pulih lebih cepat, ketimbang hotel-hotel bintang empat dan lima.
"Bisa dilihat juga dari data BPS bahwa hotel-hotel sekarang yang mengalami perputaran ekonomi yang lebih baik atau bounce back adalah hotel-hotel bintang tiga ke bawah. Sedangkan untuk hotel bintang empat dan lima masih struggling to get market back (berjuang untuk mendapatkan pasar mereka kembali), dengan harga sekian," ujarnya.
Ilustrasi penginapan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penginapan Foto: Shutter Stock
Indra juga memaparkan data yang dimiliki Bobobox terkait tipe pilihan akomodasi yang bakal diminati traveler di waktu mendatang. Menurutnya, traveler masih menginginkan pengalaman yang unik dan otentik ketika menginap di hotel atau sekitar hotel.
Selain itu, mereka juga bakal mencari penginapan atau tempat menginap yang memberikan kemudahan, mulai dari proses booking, check-in, hingga di dalam kamar.
"Karena di zaman sekarang semua serba digital dan mereka akan mencari yang seamless dan lebih efisien. Untuk itu, ke depan kita akan fokus dengan produk kita yang memberikan kemudahan," pungkas Indra.