Bolehkah Melepas Seat Belt saat Lampu Tanda Kenakan Sabuk Pengaman Dinyalakan?

19 Januari 2022 8:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Saat naik pesawat terbang, kamu tentu diwajibkan mengenakan sabuk pengaman atau seat belt ketika berada di pesawat, khususnya saat take off dan landing. Penumpang biasanya diizinkan untuk melepas seat belt di tengah penerbangan, ketika pengumuman tanda sabuk pengaman dimatikan.
ADVERTISEMENT
Walau demikian, ada saja penumpang bandel yang tidak mau mengenakan seat belt, padahal pengumuman tanda sabuk pengaman dinyalakan. Pertanyaannya, bolehkah hal tersebut dilakukan?
Ilustrasi penumpang mengencangkan seat belt di pesawat. Foto: Shutterstock
Dilansir The Sun, jawaban singkatnya adalah ilegal. Otoritas Penerbangan Sipil menegaskan, mengenakan sabuk pengaman saat lampu kenakan sabuk pengaman dinyalakan adalah persyaratan mutlak bagi penumpang.
Penumpang hanya diizinkan melepas seat belt ketika lampu kenakan sabuk pengaman dimatikan. Selain itu, para penumpang juga diizinkan untuk melepas sabuk pengaman saat mereka ingin pergi ke kamar kecil atau toilet.
Ilustrasi tanda menggunakan seat belt di pesawat dinyalakan. Foto: Shutterstock
Seorang pramugari berpengalaman yang telah terbang sebanyak 13 tahun, Annette Long, menjelaskan bahwa penumpang yang melepas seat belt saat penerbangan bukanlah hal yang baru.
"Ketika tanda sabuk pengaman sudah dinyalakan, ada beberapa penumpang yang tidak mendengarkan," katanya, pada Insider.
ADVERTISEMENT
Biasanya penumpang beralasan bahwa dirinya harus ke kamar kecil.
Seorang penumpang pesawat tengah menyalakan fitur Airplane Mode. Foto: Shutterstock
"Dan kemudian mereka biasanya berkata, 'Saya hanya ingin buang air kecil'. Oke, saya tidak ingin terlibat dalam hal itu," ujar Anette.
Meski begitu, Annette mengatakan bahwa dirinya tak akan segan untuk menegur penumpang yang melepas sabuk pengaman, saat tanda kenakan sabuk pengaman dinyalakan.
"Saya tidak akan menghentikanmu. Hanya saja saya akan memberi tahu kamu karena itu adalah kewajiban saya, ketika kapten masih menyuruh kita untuk mengenakan sabuk pengaman. Saya pikir hal itu (pergi ke kamar mandi) bukanlah hal yang tepat," lanjutnya.
ilustrasi penumpang pesawat. Foto: shutterstock
Anette pun memberi tahu, cara termudah untuk mengetahui waktu yang tepat saat ingin melepas seat belt adalah dengan melihat seorang pramugari.
ADVERTISEMENT
"Jika pramugari duduk dengan sabuk pengaman mereka, kamu sebaiknya juga melakukan hal yang sama," ungkapnya.

Pentingnya Pakai Seat Belt di Pesawat Walau Tanda Pengaman Dimatikan

Ketika tanda pengaman menyala, berarti penumpang wajib memasang seat belt. Sebaliknya, jika tanda pengaman dimatikan, maka kamu diperbolehkan untuk melepaskan seat belt.
Namun, seringnya, usai dari toilet, banyak penumpang yang tidak lagi memasang seat belt-nya. Padahal sebenarnya, seat belt lebih baik tetap dikenakan meski tanda pengaman telah dimatikan. Mengapa?
Ilustrasi pramugari membantu penumpang anak mengenakan seat belt. Foto: Shutterstock
Alasan utama penggunaan seat belt adalah turbulensi. Turbulensi yang terjadi pada pesawat akan membuat kabin terasa bergoyang dan bergetar akibat adanya pergeseran aliran udara. Hal itu pun diungkapkan oleh Kapten John Cox.
“Turbulensi tidak dapat diprediksi dan seringkali tidak akan terjadi. Hal ini menyebabkan orang percaya bahwa tidak ada risiko. Ini adalah keyakinan yang salah," ungkap Cox.
ADVERTISEMENT
"Jika tanda sabuk pengaman menyala, penumpang harus tetap di tempat duduknya," lanjutnya.
Ilustrasi Turbulensi Pesawat. Foto: Shutterstock
Pilot memang menggunakan peta meteorologi untuk menghindari badai, angin yang berbahaya, dan bahkan turbulensi. Tetapi tetap saja ada gejala alam yang tak bisa diduga.
Apabila guncangan yang terjadi terlalu keras, cedera yang dialami penumpang pesawat tak hanya sekadar luka-luka saja. Tetapi juga bisa menyebabkan gegar otak, patah tulang, dan cedera serius lainnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mulai sekarang tetap pasang seat belt-mu selama penerbangan, ya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)