Buat Lelucon Ada Bom, Pria Berusia 75 Tahun Bikin Pesawat Delay 50 Menit
ยทwaktu baca 2 menit

Kejadian saat penerbangan di pesawat memang ada-ada saja. Sama halnya seperti seorang pria berusia 75 tahun saat menaiki pesawat dari Kota Sendai, Prefektur Miyagi, menuju ke Kota Naha, Prefektur Okinawa.
Saat itu, pria tua tersebut terlihat kesulitan dan membutuhkan bantuan untuk menaruh tas jinjingnya di bagasi kabin. Lalu, sang pramugari yang sedang bertugas berniat membantunya.
Saat dibantu oleh pramugari, pria tua tersebut bilang bahwa tas jinjingnya berisi bom.
"Selamat ulang tahun! Ada bom di dalamnya," ucap pria tua kepada pramugari yang sedang membantunya menaruh tas jinjing di bagasi kabin.
Pria tersebut berada di penerbangan komersial, dan tentu saja kelakuannya menunda semua kegiatan yang seharusnya dilakukan saat itu.
Dilansir Sora News24, akhirnya penerbangan tersebut delay selama 50 menit untuk melakukan inspeksi keselamatan, dan memeriksa ulang semua penumpang yang berada di dalam pesawat.
Penundaan itu disebabkan karena maskapai penerbangan harus mengikuti prosedur, dan menyelidiki dengan benar apakah ada ancaman bom.
Menurut Polisi Prefektur Miyagi, seorang petugas pergi ke pesawat ketika bandara melaporkan gangguan tersebut. Namun, petugas dihentikan oleh kru saat naik ke pesawat.
Setelah pemeriksaan keselamatan dan dinilai aman untuk terbang, akhirnya pesawat itu lepas landas dengan membawa 100 penumpang.
Maskapai penerbangan terkait juga tidak membawa masalah tersebut ke pihak berwajib. Tapi, tentu saja hal tersebut tidak menghentikan polisi untuk menyelidiki faktanya.
Hingga akhirnya pada 19 Juli 2022 lalu, polisi mendakwanya dengan pelanggaran Undang-Undang Kejahatan Kecil, karena mengganggu pekerjaan orang lain. Meskipun turis tersebut tidak dengan sengaja melakukan tindak kejahatan.
Saat sidang, pria tersebut menyatakan bahwa dirinya hanyalah turis biasa yang membuat lelucon saat penerbangan.
Dari kejadian ini kita bisa belajar dan sebagai pengingat, ada baiknya tidak mengeluarkan lelucon di saat yang tidak tepat. Sebab, hal itu bisa mengganggu pekerjaan orang lain.
