Kumparan Logo

Bukan Aare, Ini 5 Sungai Paling Berbahaya di Dunia

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria melompat ke area sungai Aare, Swiss pada 21 Juni 2017. Foto: Fabrice Coffrini/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria melompat ke area sungai Aare, Swiss pada 21 Juni 2017. Foto: Fabrice Coffrini/AFP

Sungai Aare di Kota Bern, Swiss, tengah jadi sorotan setelah menjadi lokasi hanyutnya putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yaitu Emmiril Kahn Mumtadz, pada Kamis (26/5). Sungai yang nyatanya jadi favorit turis tersebut ternyata dikenal cukup berbahaya.

Sebab, selain arusnya yang kuat, pada saat-saat tertentu, kerap didapati pusaran air terutama di dekat jembatan yang dapat menarik perenang ke dasar sungai. Selain itu, arus yang kuat juga dapat membahayakan perenang pemula yang tak familiar dengan kondisi sungai.

Pemandangan udara sungai Aare yang mengalir di sekitar kota tua Bern pada hari yang cerah, Bern, Swiss. Foto: Peter Stein/Shutterstock.

Meski dikenal cukup berbahaya, nyatanya Sungai Aaree bisa dibilang bukan sungai paling berbahaya di dunia. Ternyata ada deretan sungai berbahaya di dunia yang membuat turis harus ekstra hati-ati.

Bahayanya pun beragam, mulai dari sungai yang dihuni banyak predator berbahaya hingga sungai yang sulit dinavigasi karena arusnya yang deras. Berikut lima sungai paling berbahaya di dunia seperti seperti dilansir Ocean Info.

1. Sungai Nil

Sungai Nil di Afrika. Foto: Shutter Stock

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan sungai yang membentang dari Timur Benua Afrika hingga Laut Mediterania. Sebagai salah satu sungai terpanjang di dunia, Sungai Nil merupakan salah satu sungai yang cukup populer bagi wisatawan.

Tak hanya itu, sungai ini juga menjadi bagian penting bagi peradaban masyarakat Afrika. Tak heran jika, Sungai Nil pernah jadi lokasi syuting film laris Indonesia, Ayat-Ayat Cinta.

Meski populer di kalangan wisatawan, Sungai Nil ternyata masuk daftar sungai paling berbahaya di dunia karena dihuni banyak predator buas.

Buaya, kuda nil, hingga ular berbisa seperti Black Mamba dan Kobra Mesir menjadi penghuni sungai tersebut. Menurut laporan, setidaknya ada kasus 200 serangan buaya terhadap manusia.

Selain itu, kuda nil di sungai juga diketahui pernah beberapa kali menyerang perahu turis yang tengah melintas.

Sungai Nil juga berbahaya karena sungai tersebut kerap menjadi pembawa penyakit. Sungai tersebut setidaknya bertanggung jawab terhadap kasus jutaan masyarakat di sekitarnya yang jatuh sakit setiap tahunnya. Kebanyakan dari mereka meninggal karena malaria ataupun virus West Nile, infeksi yang berasal dari gigitan nyamuk pembawa virus

2. Sungai Amazon

Sungai Amazon, jadi salah satu sungai paling berbahaya di dunia Foto: Shutter Stock

Bukan rahasia umum lagi kalau Sungai Amazon menjadi sungai yang cukup bikin getir turis yang datang. Ya, hanya mereka yang benar-benar bernyali besar dan cinta dengan alam saja yang akan datang ke sungai terbesar di dunia ini.

Sungai yang membentang dari kawasan hutan Amazon hingga area kaki pegunungan Andes ini mengelilingi sepanjang wilayah Kolombia, Ekuador, Venezuela, Brazil, sampai kawasan pantai Atlantik.

Walau demikian, sama seperti Sungai Nil, Amazon juga menjadi sungai paling berbahaya di dunia. Sungai ini berbahaya karena dihuni oleh binatang-binatang buas seperti Bull Sharks (hiu banteng), ular besar anaconda, dan juga buaya caiman hitam.

Tak hanya itu, Amazon juga jadi rumah predator lain seperti ikan piranha, ular beludak (viper) Bushmaster yang mematikan, belut listrik, hingga laba-laba Brasil yang bisa membunuh manusia dalam waktu 25 menit saja.

3. Sungai Mississippi

Sungai Mississippi dikenal cukup berbahaya karena arus yang muncul tiba-tiba Foto: Shutter Stock

Bergeser ke Amerika Serikat, tepatnya bagian utara, ada satu sungai yang juga berbahaya untuk turis. Sungai Mississipi merupakan salah satu sungai yang cukup berbahaya karena sulit untuk diprediksi.

Ada banyak arus bawah air yang dapat diprediksi, yang dapat dengan mudah menarik perenang ke dalam. Selain itu, sungai ini merupakan rumah bagi ikan pike, Bull Sharks (hiu banteng), dan berbagai makhluk berbahaya lainnya.

Saking berbahayanya, penduduk lokal juga memperingatkan pengunjung untuk tidak berenang di sungai ini. Mereka mengatakan, puing-puing seperti perahu, mobil, dan sampah lainnya yang terseret arus sungai ini sangat sulit untuk ditemukan. Termasuk juga, mereka yang tenggelam di sungai ini.

4. Sungai Yangtze

Sungai Yangtze di China Foto: Shutter Stock

Selanjutnya Sungai Yangtze juga menjadi salah satu sungai paling berbahaya di dunia. Membentang sepanjang 6.300 km, sungai ini adalah sungai terpanjang di Asia atau 3 terpanjang di dunia.

Yangtze mengalir ke timur laut China dan sebagai garis pemisah alami antara Cina bagian utara dan selatan.

Sayangnya meski jadi salah satu yang terpanjang, Sungai Yangtze merupakan salah satu sungai paling tercemar. Sungai tersebut diperkirakan telah terkontaminasi limbah industri hingga pertanian.

Ancaman lainnya adalah Sungai Yangtze kerap mendapat limpahan air dari sungai-sungai lainnya yang di China, sehingga sungai ini bisa meluber kapan saja dan menimbulkan banjir di jalur yang dilintasinya.

China telah mengalami banjir mematikan yang parah dalam 100 tahun terakhir, salah satunya, pada tahun 1931, menewaskan sekitar dua juta orang. Banjir juga menjadi ancaman bagi perekonomian negara. Pada tahun 1998, banjir Yangtze menyebabkan kerusakan lebih dari 20 miliar dolar AS

5. Sungai Kongo

Sungai Kongo, salah satu sungai berbahaya di dunia. Foto: Shutter Stock

Terakhir, Sungai Kongo merupakan salah satu sungai terdalam di dunia. Kedalaman sungai ini diperkirakan mencapai 720 kaki atau 220 meter.

Saking dalamnya, hanya sedikit sinar matahari yang dapat menembus bagian dalam sungai.

Tak sampai di situ, bagian hulu sungai juga berbahaya karena dipenuhi dengan jeram dan anak sungai, sedangkan bagian hilirnya berisi ngarai dan air terjun.

Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi mereka yang tidak mengetahui medan Sungai Kongo dengan baik. Meski begitu, sungai tersebut menjadi salah satu alat transportasi penduduk Afrika.

Hanya saja, para penduduk harus bertaruh nyawa jika gagal saat melintasi atau menyusuri sungai tersebut.