kumparan
16 Maret 2019 16:59

Bukit Sontiri dan Rumah bagi Seribu Laba-laba

Bukit Sontiri
Laba-laba dapat ditemukan pada pagi hari di Bukit Sontiri, Tambrauw, Papua Barat Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata
Rerumputan hijau yang menghampar luas itu menjelma putih ditutup kelir sarang laba-laba, serangga berkaki banyak memenuhi bukit setiap subuh sampai dengan matahari terbit.
ADVERTISEMENT
Matahari sering kali muncul di balik barisan pegunungan. Cahayanya menyapu lembut perbukitan yang mirip savana di Switzerland. Tiap pagi, bukit itu menjanjikan ketenangan, terlebih kedamaian yang total.
Bukit Sontiri
Anak-anak sedang menunggu sunset di Bukit Sontiri, Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Seiring dengan langit yang perlahan memerah, laba-laba melungsati rumahnya. Mereka merangsak masuk ke rongga-rogga tanah dan akan kembali lagi esok pagi tuk berjumpa dengan sang mentari.
Pemandangan Bukit Sontiri berganti menjadi lautan gundukan rumput hijau. Tak jarang oleh masyarakat modern, bukit ini dijuluki sebagai Bukit Teletubbies. Sejatinya, Bukit Teletubbies atau Bukit Sontiri adalah bukit yang berlanskap barisan bukit-bukit setengah lingkaran sehingga bukit ini memang benar-benar mirip dengan area yang digunakan bermain Teletubbies.
Bukit Sontiri
Tampilan Bukit Sontiri dari kejauhan Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Di depan Bukit Sontiri, berdiri megah barisan Pegunungan Tamrau, keberadaannya membuat Bukit Sontiri ini serupa basin atau cekungan. Pegunungan itu adalah landmark Tambrauw, yakni Pegunungan Tamrau.
ADVERTISEMENT
Dari jauh, bukit tampil membentang bak permadani hijau. Bukit juga menjadi tempat pelintasan rusa-rusa liar. Dalam kondisi yang cukup cerah, sinar keemasan matahari terbit dan tenggelam akan menyulap Sontiri menjadi lembah bersebuh cahaya jingga.
Bukit Sontori
Barisan Pegunungan Tamrau yang dilihat dari bukit Sontiri Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Tak hanya tampil prima kala pagi, bukit ini juga menawan saat sore menjelang senja. Inilah tempat penduduk lokal menghabiskan waktu sore mereka sambil menunggu matahari tenggelam. Anak-anak biasa bermain di sini, berlari-lari, atau sekadar menunggu ternak mereka merumput. Sekilas, pemandangan sore di Bukit Sontiri begitu hidup.
Bila direkam dengan kamera udara, Bukit Sontiri seperti hamparan savana raksasa. Di antara savana itu, orang-orang menaruh harapan mereka mengembangbiakkan ternak di sana. Kali ini, mereka mulai berani membuka diri untuk menerima turis. Sebuah jalan setapak menuju bukit itu menandai dibukanya Sontiri sebagai bukit layak kunjung wisatawan.
Bukit Sontiri
Pemandangan menuju bukit Sontiri yang sayang jika dilewatkan Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Menjamah Bukit Sontiri perlu perjuangan lebih. Untuk sampai di antara perbukitan, wisatawan harus menunggang kendaraan double cabin dari Distrik Kebar. Dari distrik ini harus menempuh empat jam perjalanan dari Sausapor. Adapun waktu terbaik menyambangi Sontiri adalah saat musim kemarau. Rumput kekuningan akan menciptakan nuansa yang dramatis lagi romantis.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan