Kumparan Logo

Bukti Dewasa Lewat Tato Wajah ala Suku Atayal

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wanita Atayal yang Punya Tato Wajah Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Wanita Atayal yang Punya Tato Wajah Foto: Wikimedia Commons

Atayal mungkin menjadi satu dari sekian banyak suku yang memiliki tato sebagai ciri khas. Atayal atau Tayal merupakan kelompok pribumi di Taiwan.

Tinggal di Taiwan Tengah dan Taiwan Utara, konon mereka memiliki tradisi menato sejak 1.400 tahun yang lalu. Atayal menato wajah sebagai penanda yang membedakan kelompoknya dengan suku lain.

Zaman dahulu, tradisi menato wajah merupakan momen penting. Untuk mendapatkannya pun bukan perkara mudah. Sebagai contoh agar anak laki-laki diterima sebagai pria, mereka harus ditato saat berusia sekitar 15 tahun. Sebelum mendapatkannya, anak laki-laki harus memburu dan mengayau sebagai tanda mereka mampu.

Potret Wanita Atayal Foto: Wikimedia Commons

Sementara bagi wanita, tugasnya sedikit berbeda, yaitu mereka harus bisa menenun. Saking pentingnya keterampilan menenun, seorang wanita tanpa tato wajah tidak diizinkan untuk menikah.

Proses pembuatan tato sendiri sangat menyakitkan. Beberapa generasi tua menggambarkannya sebagai pengalaman yang lebih buruk daripada membayangkan kematian.

Wanita Atayal dengan Tato Diwajah Foto: Flickr / acm.programmes

Meski begitu, rasa sakit saat proses pembuatan tato diibaratkan sebagai bukti seorang pria atau wanita sudah cukup kuat untuk menanggung apa pun yang akan terjadi.

Bila dilihat lebih dekat, desain tato wanita jauh lebih rumit daripada pria. Pembuatan tato sendiri dapat memakan waktu hingga 10 jam.

Tak hanya itu, mereka yang memiliki desain lebih rumit akan mengemban tugas dan tanggung jawab lebih banyak. Rumitnya tato juga menunjukkan hierarki sosial.

embed from external kumparan

Ada beberapa teori dan legenda yang beredar mengenai kebiasaan menato wajah. Kisah paling populer menyebutkan bahwa dahulu ada banyak gadis muda Atayal meninggal, tetapi tak bisa dijelaskan penyebabnya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar, hingga akhirnya seorang gadis muda bermimpi bertemu roh atau dewa yang mengatakan jika dia menato wajahnya, maka tidak akan mati. Akhirnya Suku Atayal pun memutuskan untuk mengikuti sarannya dan menato wajah sesegera mungkin.

Sayangnya, untuk menemukan Suku Atayal yang memiliki tato kini sangat sulit, terutama di generasi muda. Meski anggota generasi yang lebih tua berusaha keras untuk menghidupkan kembali, nampaknya usaha ini tak banyak berhasil.

embed from external kumparan