kumparan
3 November 2018 11:28

Cara ke Takabonerate, Atol Terbesar ke-3 di Dunia

Konten Spesial Takabonerate
Konten Spesial Takabonerate (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Jangan hanya membaca cerita tentang keindahan Taman Nasional Takabonerate, tapi kamu perlu untuk datang langsung dan membuktikannya. Apalagi bagi kamu yang gemar bertualang di dunia bawah laut. Taman laut yang cantik mempesona khas Takabonerate bakal menghipnosismu.
ADVERTISEMENT
Bagi kamu yang akan ke Takabonerate, simak yuk perjalanan kumparanTRAVEL yang mengikuti langsung Festival Takabonerate yang berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
1. Pesawat ke Selayar
Pesawat Trans Nusa Menuju Pulau Selayar
Pesawat Trans Nusa Menuju Pulau Selayar (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Untuk menuju ke Taman Nasional Takabonerate, kamu harus menuju ke Pulau Selayar terlebuh dahulu. Kamu perlu tahu, saat ini ada dua penerbangan connecting yang tersedia dari Jakarta menuju Pulau Selayar, yaitu Lion Air dan Garuda Indonesia. Kedua maskapai tersebut harus transit di Makassar dulu, sebelum menuju ke Pulau Selayar.
Perjalanan kami dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan pesawat Lion Air pukul 05.00 WIB. Jakarta-Makassar ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam, sehingga tiba di Makassar pukul 08.25 WITA. Sayangnya, saat akan melakukan penerbangan transit, pesawat yang akan kami tumpangi sudah berangkat terlebih dahulu. Padahal, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 08.40 WITA dan penerbangan ke Pulau Selayar berangkat pukul 08.55 WITA.
ADVERTISEMENT
Video
Jadi, bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan atau ditinggal pesawat, sebaiknya jangan mengambil penerbangan dari Jakarta pukul 05.00 WITA, karena waktu transitnya terlalu mepet. Bagi kamu yang berada di luar Jakarta, bisa mengambil penerbangan ke Makassar, dilanjutkan dengan menggunakan pesawat dari beberapa maskapai yang punya jadwal penerbangan berbeda.
Pilihan pesawat yang bisa digunakan yakni Wings Air yang terbang pukul 08.55 WITA, Trans Nusa pukul 11.45 WITA, dan Garuda Indonesia pukul 14.00 WITA.
Setelah ditinggal pesawat, kami memutuskan untuk membeli tiket Trans Nusa yang berangkat menuju Pulau Selayar pukul 11.45 WITA. Perjalanan ditempuh dalam waktu 35 menit.
2. Harga Tiket ke Selayar
Tiket Pesawat Murah
Tiket Pesawat Murah (Foto: Thinkstock)
Tiket pesawat ke Pulau Selayar bisa dibilang cukup mahal. Satu kali perjalanan kamu bisa dikenakan harga paling murah Rp 980 ribu hingga Rp 1,2 juta menggunakan Lion Air dari Jakarta.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, jika kamu pulang ke Jakarta di weekdays seperti yang kumparanTRAVEL lakukan, maka tiket pesawat ke Jakarta yang tersedia dibanderol mulai dari Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta sekali jalan. Jadi, jika dihitung-hitung minimal kamu memerlukan bujet sekitar Rp 2,5 juta untuk menuju ke Pulau Selayar.
Namun, itu hanya bujet transportasi untuk menuju ke Pulau Selayar dan belum termasuk bujet menuju Taman Nasional Takabonerate.
3. Biaya Akomodasi
Kapal yang Digunakan ke Taman Nasional Takabonerate
Kapal yang Digunakan ke Taman Nasional Takabonerate (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Setelah biaya transportasi, maka yang perlu disiapkan adalah biaya akomodasi. "Jika ke Taman Nasional Takabonerate biasanya kita kenakan biaya mulai dari Rp 5 juta untuk empat hari tiga malam. Itu hanya biaya untuk sewa kapal saja, belum termasuk biaya pesawat, homestay, dan makan,” ujar Sulvi, tur operator yang mengadakan trip untuk menyaksikan Festival Takabonerate, saat berbincang dengan kumparanTRAVEL di Pulau Jinato, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/10).
ADVERTISEMENT
Ingin bujet yang lebih terjangkau? Tentu saja bisa!
Untuk para backpacker, kamu bisa ikut Festival Takabonerate yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar. Festival yang diadakan setiap tahun itu akan mengajak kamu untuk menikmati Taman Nasional Takabonerate dengan harga lebih terjangkau.
Hal ini jugalah yang kumparanTRAVEL lakukan. Cukup merogoh kocek Rp 900 ribu, kamu sudah bisa menikmati homestay, makan tiga kali sehari, serta land tour Pulau Jinato dan Pulau Tinabo di Taman Nasional Takabonerate. Tetapi, harga tersebut belum termasuk tiket pesawat yang harus tetap dibeli sendiri.
4. Perjalanan ke Pulau Jinato
Pulau Jinato
Pulau Jinato (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Nantinya, peserta festival akan dijemput di bandara lalu diantar menuju homestay untuk menginap selama satu malam di Pulau Selayar. Kemudian, hari berikutnya seluruh peserta akan berangkat menuju Pulau Jinato yang harus ditempuh selama tujuh jam menggunakan kapal laut.
ADVERTISEMENT
Tak perlu khawatir, kapal yang digunakan merupakan kapal besar yang cukup nyaman. Meskipun tidak bisa dikatakan mewah, tetapi kapal tersebut mampu menampung hingga 60 orang, dan tersedia matras untuk tidur.
Selama perjalanan menuju Pulau Jinato, kamu akan disuguhi pemandangan Laut Flores yang sangat indah. Bahkan kalau beruntung, kamu akan bisa melihat lumba-lumba yang melompat di lautan lepas.
Sayangnya, kumparanTRAVEL belum berkesempatan untuk menyaksikan langsung lumba-lumba tersebut. Meskipun demikian, rasa kecewa tidak bisa bertemu lumba-lumba dan lelah karena menempuh perjalanan laut selama tujuh jam terbayarkan dengan sambutan hangat warga ketika kami tiba di Pulau Jinato.
Selama dua hari, kami singgah di Pulau Jinato untuk menyaksikan tradisi unik yang ada di pulau tersebut. Misalnya saja beragam tarian khas Pulau Jinato, makanan khas seperti abon ikan dan permen yang dibuat langsung oleh warga sekitar, hingga tradisi mendorong perahu bernama Sorong Lopi.
ADVERTISEMENT
5. Perjalanan Menuju Pulau Tinabo
Pulau Tinabo
Pulau Tinabo (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Puas menyaksikan kehangatan dan tradisi unik warga Pulau Jinato, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju pulau selanjutnya, yaitu Pulau Tinabo. Perjalanan ke Pulau Tinabo dari Pulau Jinato memerlukan waktu sekitar dua jam.
Meskipun Pulau Tinabo tak berpenghuni, kamu tak perlu khawatir mengenai tempat menginap. Di sana ada tenda dan rumah pondok untuk wisatawan yang berkunjung, sekaligus dapat stargazing pada malam hari.
Tertarik ke Taman Nasional Takabonerate?
Simak ulasan selengkapnya dalam konten spesial 'Takabonerate, Surga Tersembunyi di Sulawesi'.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan