Catat! Harga Tiket Masuk Taj Mahal Naik 400 Persen

Traveling ke India memang tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Taj Mahal. Mausoleum lambang cinta itu mampu membius siapa saja untuk datang dan menilik keindahannya.
Dengan megahnya bangunan, pantas saja Taj Mahal menerima banyak sekali kunjungan. Data dari pemerintah setempat menunjukan, pada 2016 lalu sekitar 6,5 juta turis mengunjungi situs keajaban dunia tersebut.
Bak uang koin yang punya dua sisi, kepopuleran Taj Mahal tentu menguntungkan namun juga merugikan. Kerugian yang dirasa bisa dilihat dari marmer putih bangunan berubah menjadi kuning akibat pencemaran udara. Kemudian, pernah ditemukan noda hijau pada dinding bangunan yang disinyalir berasal kotoran serangga dari sungai Yamuna, salah satu perairan paling tercemar di India.

Lebih lanjut, para ahli juga menambahkan jika over tourism menjadi menyebabkan kerusakan pada lantai marmer, dinding, hingga pondasi. Melihat hal ini, mahkamah agung India mengancam untuk menutup atau membongkar monumen karena kegagalan pihak pengelola.
Alhasil pihak pengelola tak tinggal diam dan mengambil langkah jitu. Salah satunya dengan menaikan harga tiket masuk hingga 400 persen untuk turis lokal dan asing.

Awalnya turis lokal cukup membayar tiket masuk sebesar 50 Rupee, kini dinaikan menjadi 250 Rupee atau setara dengan Rp 50 ribu. Sementara turis asing, yang biasanya membayar Rp 224 ribu, harus merogoh kocek lagi sebesar 200 Rupee atau Rp 41 ribu sehingga total menjadi Rp 265 ribu.
Dilansir dari Guardian, kenaikan harga ini diharapkan dapat mengurangi jumlah wisatawan dengan tujuan agar tidak semakin rusak bangunan Taj Mahal.
“Ini akan mengurangi jumlah pengunjung ke mausoleum, paling sedikit (dapat mengurangi) 15 hingga 20 persen. (Uang dari tiket masuk) menghasilkan pendapatan (yang bisa digunakan) untuk konservasi," kata juru bicara Taj Mahal.

Perlu diketahui turis yang datang ke Taj Mahal terus meningkat setiap tahun. Setiap harinya, ribuan orang memadati objek wisata yang berlokasi di Agra. Dan diakhir pekan bisa melonjak lebih dari 5 kali lipat.
Taj Mahal sendiri merupakan simbol cinta dari Raja Shah Jahan untuk istrinya, Mumtaz Mahal, yang meninggal setelah melahirkan anak ke-14. Mumtaz adalah istri ketiga, sekaligus menjadi istri yang paling disayang karena merupakan sosok yang cantik, setia, dan rela untuk memiliki banyak anak.

Pembuatan Taj Mahal sendiri dimulai pada 1632 dan selesai di tahun 1643, kurang lebih butuh 11 tahun dalam proses pembangunanya.
Bangunan yang pada 1983 ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia itu terdiri dari lima bagian, yaitu Darwaza (gerbang utama), Bageecha (taman), Masjid, Naqqar Khana (rumah peristirahatan), dan Rauza (mausoleum).
