Kumparan Logo

Cerita Pendaki Termuda Indonesia yang Akan Kibarkan Merah Putih di Puncak Elbrus

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panorama Gunung Elbrus di Rusia. Foto: Dmitriy Kandinskiy/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Panorama Gunung Elbrus di Rusia. Foto: Dmitriy Kandinskiy/Shutterstock

Ada banyak cara untuk memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Seperti halnya pendaki perempuan termuda Indonesia yang hendak mengibarkan sang saka Merah Putih di Puncak Gunung Elbrus di Rusia.

Ialah Khansa Syahlaa, pendaki berusia 16 tahun tersebut bercerita kepada kumparan soal rencana pendakiannya untuk memeriahkan HUT RI ke-77. Usai acara pelepasan yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, pada acara Weekly Press Briefing yang digelar Senin (1/8), Khansa mengatakan bahwa dirinya akan segera bertolak ke Moskow, Rusia.

Pendaki Gunung Elbrus di Rusia Foto: Alena Ozerova/Shutterstock

"Berangkatnya tanggal 7 Agustus 2022. Persiapannya aku sekitar empat bulan sebelum pendakian. Pendakian ini cukup menantang, karena memang ini bakal jadi gunung yang berbeda buat aku. Karena bakal jadi gunung yang full snow (penuh salju)," ujar Khansa.

Sebelum mendaki Elbrus, siswi kelas 11 di SMA Labschool Jakarta Timur, ini mengatakan bahwa dirinya memang senang mendaki gunung sejak kecil. Saat menginjak usia 7 tahun, dirinya bersama sang ayah pertama kali mendaki Gunung Rinjani.

Adapun, pendakiannya tersebut menjadi cara sang ayah untuk mengenalkan kepada Khansa bagaimana rasanya naik gunung.

"Aku (waktu itu) enggak sampai puncak, karena targetnya pos terakhir aja di Pelawangan. Tujuannya biar aku ada bayangan, bagaimana gunung itu, bagaimana cara kami sampai puncak," tuturnya.

Panorama Gunung Elbrus di Rusia. Foto: Esetov Alexey/Shutterstock

Dari situ, kecintaan Khansa terhadap naik gunung pun semakin menjadi. Terlebih, dirinya juga terinspirasi dari film tentang mendaki gunung, yaitu 5 CM yang diperankan oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan lainnya.

Di usianya yang terbilang sangat muda, Khansa mengaku bahwa pendakiannya tersebut sama sekali tak mengganggu pendidikannya. Bahkan, saat mendaki, ia mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

"Syaratnya nila rapor harus bagus, baru aku dibolehin naik gunung sama ayah," ungkap Khansa.

embed from external kumparan

Khansa bercerita bahwa ia sudah berhasil menggapai beberapa puncak gunung yang ada di Indonesia.

"Semeru itu jadi gerbang yang membuka perjalanan pendakian aku. Gunung pertama yang aku daki dan merasakan salah satu Seven Summit Indonesia, atau 7 Gunung Tertinggi di Indonesia," ungkap Khansa.

Dari Semeru, Khansa juga pernah mendaki gunung Kerinci di Sumatera Barat, Gunung Rantemario di Sulawesi, hingga Gunung Cartenz Pyramid di Papua.

"Dengan persiapan kurang lebih sekitar empat sampai lima bulan, karena memang gunungnya berbeda dari yang lainnya. Gunung ini teknikal, langsung dengan tebing vertikal. Kita harus mengenal alat-alat, aklimatisasi juga, penyesuaian ketinggian itu, sih. Enggak berhenti di situ aja, aku masih lanjut ke The 7 Longest Indonesia atau 7 jalur pendakian gunung terpanjang di Indonesia," papar Khansa.

Pendakian ke Gunung Elbrus

Menparekraf Sandiaga Uno menyerahkan bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di Gunung Elbrus pada 17 Agustus 2022 oleh Khansa Syahlaa, pendaki sekaligus brand ambassador Eiger pada Senin (1/8). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan bahwa pendakian Khansa ke Gunung Elbrus merupakan salah satu hadiah untuk Kemerdekaan Indonesia ke-77.

"Khansa ingin menghadiahkan Kemerdekaan Indonesia ke-77 dengan mendaki gunung ke-77, di usianya yang sangat muda ini. Khansa sudah mendapat rekor MURI sebagai pendaki perempuan termuda di Indonesia, dan misi selanjutnya adalah Gunung Elbrus di Rusia," ujar Sandiaga.

Sebelum bertolak ke Moskow, Rusia, Khansa, membeberkan persiapannya sebelum mendaki Gunung Elbrus. Apalagi, medan Gunung Elbrus yang bersalju membuatnya harus melakukan banyak persiapan.

"Jadi, kemarin aku juga baru turun dari Gunung Sanggabuana Barat, melakukan latihan pengenalan alat pendakian untuk gunung es, macam sepatu double boots, crampons, dan ice axe," ujarnya.

Khansa Syahlaa, pendaki perempuan yang bakal mendaki Gunung Elbrus bersama tim Eiger. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Untuk latihan strength, Khansa pun telah melakukan pendakian tektok Gunung Gede Jawa Barat, latihan statis dengan coach khusus selama 2 bulan, latihan rutin fisik 3 kali dalam seminggu.

Kemudian, jelang keberangkatannya ia juga akan berlatih aklimatisasi dan penyesuaian ketinggian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, selama 2 hari.

Pendakian ini akan mengambil rute selatan dan diprediksi menghabiskan waktu sekitar 7 hari ekspedisi.

Panorama Gunung Elbrus di Rusia. Foto: elly_kei/Shutterstock

Gunung Elbrus sendiri dalam komunitas pendaki dikenal sebagai gunung yang tidak terlalu technical. Tetapi persiapan serius yang mencakup kondisi tubuh prima, proses aklimatisasi yang baik, akan menjadi faktor penentu kesuksesan pendakian, selain faktor cuaca.

Karena Elbrus berada di ketinggian lebih dari 5000 meter, oksigen pun akan ikut menipis. Maka dari itu, diperlukan waktu 4 hari untuk proses aklimatisasi sebelum mengejar puncak.

Puncak Elbrus menjadi target ke-3 Khansa, setelah sebelumnya berhasil menggapai 2 dari 7 puncak gunung tertinggi lainnya, yaitu puncak Gunung Kilimanjaro 5.895 mdpl di Afrika (2019), dan puncak Cartenz pyramide di 4.848 mdpl di Papua (2017).

"Rencananya setelah dari Gunung Elbrus ini, aku tetap akan lanjutkan program 7 Summit Dunia, seperti gunung-gunung Aconcagua di Argentina dengan ketinggian sekitar 6.800 mdpl. Rencananya Insyaallah kalau tidak ada hambatan di awal tahun 2023," pungkasnya.