Kumparan Logo

Citumang, Tempat Wisata di Pangandaran yang Tak Kalah Indah dari Green Canyon

kumparanTRAVELverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Body Rafting di Green Canyon Foto:  Flickr/khatulistiwa info
zoom-in-whitePerbesar
Body Rafting di Green Canyon Foto: Flickr/khatulistiwa info

Mendengar nama Pangandaran, pasti yang terlintas di benakmu adalah pantainya yang eksotis atau deretan tempat wisata menariknya. Enggak hanya itu, Pangandaran juga punya destinasi wisata tersembunyi atau hidden gem yang sayang dilewatkan.

Adalah Citumang, wisata alam tersembunyi dengan daya tarik yang tak kalah dengan Green Canyon.

Wisatawan yang tengah menikmati keindahan Citumang Foto: @citumangfullbodyrafting

Tempat wisata satu ini menyuguhkan aliran sungai yang jernih berwarna kehijauan dan membelah hutan jati. Aliran sungai Citumang menembus ke dalam gua sehingga tepiannya dihimpit bebatuan alam yang tampak indah.

Menurut salah satu pengelola Citumang Full Body Rafting, Adi Herdiansyah, Citumang menawarkan pesona keindahan yang tak kalah dari Green Canyon (Cukang Taneuh) di Pangandaran.

instagram embed

"Sama seperti di Green Canyon, kita juga ada body rafting-nya. Cuma, kalau di Citumang itu airnya enggak terlalu besar dan landai, cocok untuk wisatawan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," kata Adi saat dihubungi kumparan, Selasa (17/11).

Adi menambahkan, keunikan dari Citumang adalah adanya aliran hulu sungai yang keluar dari sebuah goa yang membentuk curug (air terjun).

embed from external kumparan

Di balik curug tersebut, terdapat sebuah gua lain yang cukup panjang dan berada persis di bawah permukaan sungai. Sementara itu, sumber airnya sama, yaitu berasal dari gua yang berada di hulu.

"Wisatawan diajak menyusuri Sungai Citumang sekitar 1,5 kilometer (km) panjangnya. Tapi, di air, kita tidak kasih batas waktu, (boleh) sepuasnya. Ada berbagai tempat loncatan. Ada yang 3 meter, 7 meter, 12 meter yang suka adrenalin bisa," imbuhnya.

Pesona yang Ditawarkan Objek Wisata Citumang di Pangandaran

Di Citumang, kamu dapat melakukan aktivitas air selain berenang, yaitu body rafting atau sekadar menikmati pemandangan di sekitarnya. Objek wisata ini juga pernah dikunjungi Gubernur Jawa Barat, Kang Emil, pada 2019 lalu.

instagram embed

Di Citumang, suasana sejuk berpadu dengan suara alam yang khas dari satwa hutan dan gemercik air. Pengunjung pun diajak untuk sejenak melupakan kesibukan dan kepenatan pekerjaan.

Bagi kamu yang pertama kali berkunjung, disarankan untuk menggunakan jasa guide untuk mengantarkan ke lokasi.

Setelah sampai di lokasi, kamu dapat berenang sendiri atau berkelompok. Pengunjung pun diharuskan memakai life jacket yang dapat disewa.

instagram embed

Di sepanjang aliran sungai pun terdapat tali tambang yang dapat digunakan pengunjung untuk berpegangan. Pengunjung dapat melompat dari akar-akar pohon yang tumbuh di langit-langit gua setinggi 5 meter di atas air terjun kecil.

"Ada beberapa spot foto dengan background alam yang menarik buat foto-foto," ujar Adi.

Adi menambahkan, pengunjung tak perlu khawatir karena fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Sebut saja tempat ibadah, warung-warung makan, hingga homestay atau penginapan.

instagram embed

"Kita juga punya penginapan dengan harga mulai dari Rp 700 ribu saat hari biasa yang bisa digunakan 4-5 orang. Kalau weekend, harganya itu sekitar Rp 1 juta ke atas," imbuh Adi.

Selain itu, wisatawan yang ingin menikmati pengalaman body rafting di Sungai Citumang dikenakan biaya Rp 125 ribu per orang. Mereka yang berkunjung secara grup bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

Kamu juga tidak perlu khawatir jika berkunjung saat pandemi karena pengelola menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari mengenakan masker hingga menjaga jarak.

Terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, objek wisata Citumang berjarak kurang lebih 15 km dari Pantai Pangandaran. Untuk menuju objek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan kecil (kendaraan pribadi) atau ojek.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)