Kumparan Logo

Cuma Diisi 4 Orang, Maskapai Ini Pindahkan Penumpangnya ke Kelas Bisnis

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Armada pesawat Air New Zealand tengah parkir di apron sambil menunggu penumpang  Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Armada pesawat Air New Zealand tengah parkir di apron sambil menunggu penumpang Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Industri penerbangan adalah yang pertama dan paling terpukul akibat virus corona yang menyebar secara global. Pemicunya karena banyak orang menghindari bepergian, akibat khawatir tertular virus corona.

Kondisi ini diperparah oleh penghentian penerbangan dari dan ke negara-negara lain, yang penduduknya paling banyak terkena virus corona ini. Larangan plesiran yang diberlakukan berbagai negara membuat banyak maskapai penerbangan kehilangan jumlah penumpang.

Pramugari melayani penumpang di dalam kabin pesawat (cover) Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Maskapai Air New Zealand misalnya. Penerbangan dari Singapura menuju Auckland, Selandia Baru, hanya memiliki 4 penumpang pesawat. Karena jumlah penumpang yang sangat rendah, seluruh penumpang dipindahkan ke kelas bisnis.

Pilot Air New Zealand, Philip Kirk, mengabadikan momen tersebut ke dalam media sosial Twitternya. Dalam unggahannya itu, beberapa awak kabin dan keempat penumpang pesawat terlihat tersenyum ke arah kamera. Kejadian ini memang terbilang unik, dan langka dalam sejarah penerbangan dunia.

embed from external kumparan

Pesawat dengan nomor penerbangan NZ283 yang terbang pada tanggal 25 Maret ini dioperasikan oleh Boeing 787-9 Dreamliner, pendaftaran ZK-NZM. Pesawat ini adalah salah satu dari 14 pesawat 787-9 yang dimiliki maskapai Air New Zealand. Dilansir Simple Flying, pesawat tersebut memiliki 15 awak kabin yang melayani empat penumpang tersebut.

Penerbangan itu menempuh perjalanan lebih dari sembilan jam, berangkat dari Singapura pada 18.40 waktu setempat dan tiba di Auckland pukul 09.20 hari berikutnya.

Pesawat Air New Zealand All Black Foto: Dok. Air New Zealand

Dalam kondisi normal, jika pesawat hanya menerima empat penumpang, maka penerbangan akan dibatalkan. Namun, penerbangan ini tetap harus tetap dijalankan untuk layanan repatriasi dan kargo.

Menurut laporan Forbes, Selandia Baru secara resmi menutup perbatasannya pada 19 Maret untuk penumpang yang bukan warga negaranya. Namun, penerbangan tetap berlaku untuk warga negara Selandia Baru dan Australia.