Curug Malela, Air Terjun Bertingkat yang Tersembunyi di Bandung Barat

Satu lagi destinasi wisata yang sayang dilewatkan di Bandung Barat. Puas bermain dengan kawanan rusa di Ranca Upas, berburu foto ciamik di Kawah Putih, dan cuci mata di kebun teh Rancabali, waktunya relaks di air terjun yang menyegarkan. Ya, tak begitu jauh dari Ciwidey kamu bisa menemukan Curug Malela.
Curug Malela bagai surga tersembunyi di Bandung Barat. Dibandingkan spot wisata di Ciwidey, air terjun ini belum populer. Namun, berkat eksposur media sosial, Curug Malela kini diburu wisatawan mileanial.
Terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga-Gununghalu, air terjun itu meluncur deras dari ketinggian 60 meter. Menariknya tidak hanya satu kucuran curug yang mengalir, melainkan lima sekaligus.
Ya, lima kucuran air terjun itu meluncur berjajar selebar 70 meter. Karena lebar dan debit airnya besar, Curug Malela sering disebut wisatawan sebagai Niagara Mini. Kucuran airnya mengalir jatuh pada batuan bertingkat tujuh, mencetak panorama yang menakjubkan.

Air Curug Malela bersumber dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Kamu bisa melihat banyak bebatuan besar menghiasi kolam alami di bawah curug ini. Batuan itu pula lah yang membuat Curug Malela terlihat fotogenik.
Untuk mencapai curug ini, kamu perlu berkendara sekitar tiga jam dari pusat kota Bandung. Ditambah trekking sejauh 10 km ditemani hamparan bukit hijau yang menyegarkan mata. Pastikan kamu punya energi yang cukup untuk melalui rintangan fisik tersebut.
Jika kesulitan menemukan Curug Malela, sebaiknya bertanyalah pada warga sekitar. Banyak pula petunjuk jalan yang akan membantumu, kok!
