Food & Travel
·
22 Februari 2021 7:03

Dasht-e Lut, Tempat Terpanas di Dunia yang Suhunya Mencapai 70 Derajat Celsius

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dasht-e Lut, Tempat Terpanas di Dunia yang Suhunya Mencapai 70 Derajat Celsius (78410)
Gurun Dasht-e Lut di Iran, tempat terpanas di dunia Foto: Dok. Wikimedia Commons
Dijuluki gerbang neraka, Kawah Gas Darvaza di Turkmenistan mungkin jadi salah satu tempat paling panas di dunia. Namun, bukan itu, tempat terpanas di dunia ternyata bisa kamu temukan di Iran.
ADVERTISEMENT
Bernama Gurun Dasht-e Lut, tempat ini disebut sebagai tempat paling panas di Bumi. Mengutip Odditycentral, gurun yang terletak di Provinsi Kerman, Iran, ini memiliki suhu terpanas yang mencapai 70,7 derajat Celsius.
Dasht-e Lut, Tempat Terpanas di Dunia yang Suhunya Mencapai 70 Derajat Celsius (78411)
Gurun Dasht-e Lut, tempat terpanas di dunia Foto: Dok. Wikimeadia Commons
Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh NASA pada 2005 lalu. Data tersebut diambil dari instrumen satelit Landsat-8 yang dipasang Thermal Infrared Sensor.
Gurun Dasht-e Lut dianggap sebagai kawasan paling kering di dunia. Saking keringnya, tidak ada tumbuhan yang hidup di tempat ini, bahkan tanaman kaktus yang biasanya mampu bertahan di kondisi ekstrem juga tidak nampak di gurun tersebut.
Peneliti juga mengungkap bahwa titik paling panas gurun ini berada di Gandom Beryan, sebuah kawah menganga seluas hampir 480 km persegi.
ADVERTISEMENT

Gurun Terluas ke-25 dan Terpanas di Dunia

Gurun Dasht-e Lut merupakan gurun terluas ke-25 di dunia. Gurun ini memiliki luas sekitar 51.800 kilometer persegi dan dikelilingi oleh pegunungan di sisi-sisinya.
Meski demikian, gurun ini sangat populer, karena temperaturnya yang sangat tinggi.
Dasht-e Lut, Tempat Terpanas di Dunia yang Suhunya Mencapai 70 Derajat Celsius (78412)
Gurun Dasht-e Lut, tempat terpanas di dunia Foto: Dok. Wikimeadia Commons
Dash-e Lut atau dalam bahasa Persia yang berarti 'Dataran Kosong' merupakan gurun garam terbesar. Para ilmuwan percaya bahwa gurun ini dulunya berada di dasar laut.
Gempa tektonik yang terjadi jutaan tahun lalu membuat gurun ini kemudian terangkat ke atas dengan air yang perlahan menguap, karena suhu yang tinggi.
Salah satu yang menyebabkan gurun ini sangat panas adalah banyaknya kerikil hitam di sekitarnya. Kerikil-kerikil inilah yang kemudian menyerap panas sinar matahari dan hanya memantulkan sebagian kecilnya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, karena kondisi geografisnya yang dikelilingi pegunungan membuat gurun ini seakan terisolasi. Sebab, udara lembab dari Laut Mediterania dan Laut Arab tidak bisa masuk ke sini.
Saking panasnya, wisatawan bisa menggoreng telur di atas pasir dan bebatuan Dasht-e Lut. Suhu udara di kawasan itu rata-rata sekitar 39 derajat Celsius, meski demikian suhu bisa saja naik sewaktu-waktu.
Walau jadi tempat paling panas di dunia, gurun ini ternyata berhasil mencuri perhatian wisatawan. Banyak di antara mereka yang penasaran dan mencoba berkunjung ke sana. Salah satunya adalah Lois Pryce, traveler asal Inggris yang sempat berkunjung ke Dasht-e Lut.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)