kumparan
19 Februari 2019 16:14

Deretan Aksi Vandalisme yang Menimpa Beberapa Objek Wisata di Dunia

Ilustrasi Vandalisme Foto: Shutter Stock
Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta baru-baru ini jadi sasaran aksi vandalisme oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Mereka mencorat coret beberapa bagian relief tersebut dengan coretan dan juga cetakan tangan. Tak hanya dinding relief, tetapi bagian relief Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 juga tak luput dari aksi vandalisme tersebut.
Vandalisme sendiri merupakan sebuah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan tentunya dapat merusak nilai-nilai historis dari tempat bersejarah tersebut.
Selain Benteng Vredeburg, beberapa objek wisata ini ternyata juga tak luput dari aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
1. Tha Phae Gate, Thailand
Tha Phae Gate di Chiang Mai, Thailand Foto: Wikimedia Commons
Dua orang turis yang bernama Briton Furlong Lee asal Inggris dan Brittney Schneider seorang turis Kanada melakukan aksi vandalisme di Thai Phae Gate, sebuah objek wisata bersejarah di Thailand.
ADVERTISEMENT
Keduanya tertangkap kamera CCTV sedang mencorat-coret tembok di pintu masuk situs bersejarah Tha Phae Gate sekitar pukul 4 pagi waktu setempat pada Kamis (18/10).
Kedua turis tersebut mencorat-coret di sebuah tembok bersejarah yang berusia 800 tahun. Furlong membuat tulisan "Scouser" yang mengacu pada seseorang di negara asalnya di Liverpool. Sedangkan Schneider, menuliskan sebuah huruf "B" sebuah inisial pertamanya di bawah kata "Scouser".
Atas perbuatannya, mereka diganjar hukuman 10 tahun penjara, dan mereka bisa didenda sebesar satu juta Bath atau sekitar 460 juta rupiah.
2. Xlendi Valley
Xlendi Valley Foto: Wikimedia Commons
Selain aksi vandalisme yang dilakukan oleh turis asing di Thailand, aksi serupa juga terjadi di Xlendi Valley salah satu lokasi bersejarah sekaligus menjadi lokasi syuting film Game of Thrones yang ada di Malta.
ADVERTISEMENT
Aksi vandalisme tersebut dilakukan oleh seorang seniman jalanan London yang diduga bernama Nathan Bowen yang kemudian menuai kecaman dari publik dan juga penduduk setempat.
Bagaimana tidak? Karena ada gambar tiga tokoh kartun besar di atas bebatuan dekat makam Romawi dan jembatan bersejarah yang dibangun pada abad ke-17 yang diduga mirip dengan teknik menggambar yang dibuat oleh Nathan.
Menurut Chief Executive Gozo Tourism Association, Joe Muscat, tindakan tersebut jelas menodai keindahan alam yang ada di lembah Xlendi Kantra. Lukisan-lukisan grafiti yang berhamburan di sekitar Lembah Xlendi Kantra adalah tindakan vandalisme yang menodai keindahan alam salah satu daerah pedesaan yang indah di kepulauan tersebut," ujar Joe seperti dikutip dari Evening Standard.
ADVERTISEMENT
Para penduduk setempat yang marah menyarankan agar otoritas setempat menangkap Nathan dan memaksanya untuk membersihkan permukaan batu dengan tangan serta ia dilarang untuk mengunjungi pulau tersebut.
3. Gunung Everest
Gunung Everest Foto: AFP/Subel Bhandari
Gunung Everest pun tak luput dari aksi vandalisme orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kejadian tersebut terjadi di Qomolangma Base Camp di mana sebuah papan peringatan yang ada di sana dicorat-coret oleh seorang wisatawan yang merasa bangga setelah mencapai salah satu basecamp tertinggi di gunung tersebut.
Karena perlu diketahui basecamp yang berada di ketinggian lebih dari 17.000 kaki di atas permukaan laut (mdpl) tersebut merupakan salah satu tempat yang kerap dijadikan para wisatawan untuk berfoto. Coretan-coretan tersebut dibuat oleh para wisatawan yang ingin mengabadikan foto dengan nama mereka di pada papan peringatan tersebut.
ADVERTISEMENT
Akibat hal tersebut, para staf yang ada di sekitar base camp Everest harus membersihkan coretan tersebut. Bagi mereka yang ketahuan melakukan aksi vandalisme tersebut, pihak otoritas setempat akan memasukkan nama wisatawan tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) dan mereka dilarang untuk mendaki Everest selama kurun waktu dua tahun.
4. Qianlong Karst Caves, Songtao
Ilustrasi gua Foto: Wikimedia Commons
Selain aksi corat-coret di Everest, aksi vandalisme berikutnya datang dari seorang turis China di salah satu gua yang ada di Sangtao, Provinsi Guzhou, China.
Kejadian yang terjadi pada 2017 lalu tersebut dilakukan oleh turis yang merusak sebuah stalagmit berusia jutaan tahun lalu yang ada di gua tersebut.
Video
Aksinya tersebut juga terekam kamera CCTV yang ada di dalam gua, dalam video tersebut ia terlihat menendang sebuah stalagmit sebanyak tiga kali dengan kakinya hingga akhirnya stalagmit itupun rusak.
ADVERTISEMENT
5. Colloseum
Peninggalan Romawi, Koloseum. Foto: Katitjuntja via pixabay
Sebagai salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di dunia, Colloseum hampir tidak pernah sepi dari wisatawan. Meski begitu, Colloseum ternyata tak luput dari aksi vandalisme yang dilakukan oleh wisatawan.
Kejadian yang baru-baru ini terjadi di sana adalah seorang wisatawan asal Ekuador yang mengukir nama istri dan anaknya ke situs amfiteater Romawi yang berusia hampir 2.000 tahun tersebut.
Tak hanya itu, pada bulan Februari lalu seorang turis Prancis ditangkap karena mengukir namanya di Colosseum menggunakan koin kuno yang ditemukannya.
Sangat disayangkan bagi mereka yang melakukan aksi vandalisme tersebut, karena sudah seharusnya mereka menghargai salah satu tempat bersejarah yang ada di Kota Roma tersebut. Bagi mereka yang melakukan aksi vandalisme tersebut, mereka akan didenda sekitar 20.000 euro, atau sekitar Rp. 300 juta.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut juga mendapat respons langsung oleh Walikota Virginia Raggi yang mengatakan bahwa tidak seharusnya mereka melakukan hal tersebut.
"Roma layak dihormati. Mereka yang melukai Colosseum telah melukai semua orang Romawi dan semua yang mencintai kota," tulis Walikota Virginia Raggi dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial Twitter.
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan