kumparan
18 Februari 2020 19:21

Dihantui Virus Corona, Amankah Jalan-Jalan ke Singapura?

PTR, virus corona, Bandara Internasional Changi, Singapura
Petugas memindai penumpang untuk mencegah penyebaran virus corona di Bandara Internasional Changi, Singapura. Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN
Singapura memang dikenal sangat menggiurkan bagi wisatawan asal Indonesia. Negeri Singa ini menawarkan beragam atraksi wisata menarik, serta menjadi surga belanja bagi produk dari berbagai negara dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Namun, saat pemerintah setempat menaikkan status virus corona dari kuning menjadi jingga, banyak wisatawan Indonesia yang kemudian berpikir ulang untuk tetap menyambanginya.
Melihat hal ini, Area Director Singapore Tourism Board, Mohamed Firhan Abdul Salam, mengingatkan turis Indonesia tak perlu khawatir apalagi panik. Sebab, menurut penuturannya, Singapura masih dinilai aman untuk berwisata.
"Situasi terkait virus corona di Singapura masih dapat dikendalikan. Kesehatan penduduk Singapura menjadi prioritas kami," katanya ketika memberikan sambutan dalam acara Year-In-Review Media & Trade Gathering di Jakarta Selatan, Selasa (18/2).
Year End Review Pariwisata Singapura
Executive Director Singapore Tourism Board for South East Asia, John Gregory Conceicao dan Area Director Singapore Tourism Board, Mohamed Firhan Abdul Salam. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Pemerintah Singapura sudah melakukan berbagai tindakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. Mereka menutup akses menuju Singapura dari darat, laut, dan udara.
Seluruh pengunjung yang datang akan diperiksa menggunakan thermal scanner. Wisatawan yang memiliki suhu tubuh di atas rata-rata tidak akan diperbolehkan masuk.
ADVERTISEMENT
Pemerintah setempat juga telah menyiapkan hand sanitizer, serta empat paket masker bagi seluruh kepala keluarga. Seluruh fasilitas publik seperti halte, sekolah, tempat bermain anak, hingga lift apartemen dibersihkan menggunakan disinfektan.
PTR- Status oranye Singapura virus corona Merlion Park
Seorang siswa berjalan melalui asrama yang digunakan sebagai zona karantina di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. Foto: REUTERS/Feline Lim
Singapura juga menetapkan kenaikan harga masker sebagai tindakan ilegal. Siapa pun yang kedapatan menjual masker dengan harga lebih mahal atau tak wajar, akan dikenai sanksi.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai dengan arahan Pemerintah Singapura, tidak ada negara yang memberikan travel warning untuk berkunjung ke negaranya, termasuk Indonesia. Setiap tindak tanduk untuk mengatasi virus corona juga dinilai terbuka dan transparan.
"There's no hiding of cases, no hiding of truth. Kabar baiknya, tidak ada travel advice dari pemerintah untuk tak datang ke Singapura. Yang ada hanya imbauan untuk memperhatikan personal hygiene," jelas Firhan.
Singapura
Pasar Tiong Bahru, Singapura Foto: SweetEscape
Bagi para turis yang ingin menyambangi Singapura, pria yang akrab disapa Firhan tersebut memberikan beberapa saran. Antara lain, rajin mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit, dan langsung pergi ke dokter apabila mengalami simptom-simptom penyakit pernapasan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Pemerintah Singapura juga melakukan contact fishing. Jadi, siapa pun yang mengalami kontak dengan orang-orang yang terjangkit virus corona akan dihubungi dan diperiksa untuk meminimalisir penyebaran wabah.
Cara ini dinilai Singapore Tourism Board sebagai langkah yang tepat. Apalagi menurut penuturan Firhan, sejauh ini ada 24 pasien virus corona di Singapura yang berhasil sembuh.
Pulau Ubin
Seorang pengunjung dan anaknya tengah bermain di tengah bebatuan granit Pulau Ubin Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Seluruh direct flight Singapura-China-Singapura juga sudah ditutup. Sehinga kamu tak perlu khawatir untuk berkunjung.
Buat kamu yang berencana untuk liburan ke Singapura dengan kapal pesiar, kamu juga disarankan untuk tak khawatir. Sebab, kapal pesiar juga dibersihkan secara intensif untuk mengurangi penyebaran virus corona.
Gimana, jadi enggak perlu khawatir lagi, kan, buat liburan ke Singapura?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan