Kumparan Logo

Dijuluki Alcatraz-nya Indonesia, Ini Cerita Nusakambangan Sebagai Pulau Penjara

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Shutterstock

Mendengar Nusakambangan, pasti yang terlintas di benak traveler adalah sebuah tempat penahanan orang-orang dengan kejahatan kelas berat. Ya, pulau yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah, tersebut digunakan sebagai penjara bagi mereka yang melakukan kejahatan tak termaafkan.

Beberapa nama seperti Johny Indo, Kusni Kasdut, Sastrowiyono bin Wongso, hingga Bang Timong adalah mereka yang pernah menghuni Nusakambangan. Buat kamu yang tidak tahu, mereka adalah para penjahat legendaris yang ditangkap, karena berbagai kasus besar.

Panorama Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Shutterstock

Namun, pertanyaannya, pernahkah terlintas di benakmu kenapa Nusakambangan dijadikan sebagai tempat 'pembuangan' para kriminal? Seperti apa sejarah Pulau Nusakambangan hingga akhirnya dijadikan sebagai sebuah penjara?

Dijuluki Alcatraz-nya Indonesia, begini sejarah dan sepak terjang Nusakambangan sebagai pulau penjara.

Dilansir laman resmi Wonderful Indonesia, sepak terjang Nusakambangan sebagai sebuah penjara bisa ditelusuri hingga abad ke-16 yang lalu. Menurut catatan sejarah, Nusakambangan dulunya merupakan sebuah benteng pertahanan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang terbesar asal Belanda yang pernah berkuasa di Asia.

Nusakambangan dijadikan sebagai garda terdepan untuk melindungi kapal dari ancaman dan juga penjarahan oleh bajak laut. Setelah VOC berhasil meminimalisir berbagai ancaman, Nusakambangan dialihfungsikan sebagai sebuah penjara dengan keamanan tinggi.

Alasan Nusakambangan Jadi Pulau Penjara

Ilustrasi tahanan di penjara. Foto: Shutter Stock

Saat itu, VOC mengubah Pulau Nusakambangan sebagai penjara dengan keamanan tingkat tinggi. Mereka yang masuk ke Nusakambangan sudah dipastikan sebagai orang dengan ancaman tinggi, seperti tahanan politik atau tindakan kriminal tak termaafkan.

Setelah jatuhnya VOC, Nusakambangan pun tetap berdiri sebagai sebuah penjara.

Alasan Nusakambangan jadi pulau penjara adalah karena lokasinya yang terisolir. Sebab, pulau ini hanya memiliki satu jalur yang terhubung ke daratan Pulau jawa.

Ilustrasi Penjara. Foto: Shutter Stock

Di pulau itu ada sembilan penjara yang dibangun pada tahun 1908 hingga 1950-an. Penjara-penjara tersebut ialah Permisan, Karang Anyar, Nirbaya, Batu, Besi, Gliger, Karang Tengah, Limus Buntu, dan Kembang Kuning.

Setiap penjara diperkirakan bisa menampung hingga 700 tahanan. Kini, hanya empat penjara yang masih dioperasikan dengan tingkat keamanan tinggi, penjara-penjara tersebut adalah Permisan, Batu, Besi dan Kembang Kuning.

Penjara dengan Keamanan Tinggi

Lapas Batu merupakan salah satu tempat penampungan para napi dengan status high-risk, di mana mereka yang ditahan adalah gembong narkoba. Lapas tersebut terdiri dari 96 kamar yang masing-masing kamar dihuni oleh satu tahanan atau napi saja.

Selain jadi tempat tahanan para napi kelas berat, Nusakambangan juga menjadi tempat transit bagi tahanan atau napi yang menerima vonis mati. Mereka yang menanti ajal akan dibina di tempat tersebut, hingga ditentukan jadwal eksekusinya.

Ilustrasi lubang di penjara. Foto: Shutter Stock

Para napi yang dieksekusi pun tak hanya orang-orang lokal Indonesia, tetapi juga orang asing yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran hukum berat saat berada di Indonesia.

Pada 2016 silam, ada sekitar 10 warga negara asing yang dieksekusi di Pulau Nusakambangan. Mayoritas mereka berasal dari negara-negara Afrika dan kasusnya adalah kepemilikan obat-obatan terlarang.

Pulau dengan Potensi Pariwisata

Wisatawan yang sedang berkunjung ke Pulau Nusakambangan. Foto: Shutterstock

Meski menjadi pulau penjara untuk para kriminal, Nusakambangan nyatanya juga memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Karena pesona alam yang dimilikinya, Nusakambangan juga menjadi salah satu destinasi wisata untuk wisatawan.

Bagi mereka yang ingin berkunjung ke pulau ini, harus mendapatkan izin dari pihak kepolisian setempat. Ada banyak agen perjalanan yang menawarkan paket wisata ke Nusakambangan.

Meski begitu, para wisatawan tak boleh menginap di pulau dan diwajibkan meninggalkan pulau pada pukul 18.00 WIB

Pantai yang ada di Pulau Nusakambangan. Foto: Shutterstock

Nusakambangan juga disebut sebagai “pulau bunga”, karena konon merupakan suaka bunga Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum) yang anggun.

Pulau ini terdiri dari dua wilayah, timur dan barat. Bagian barat adalah tempat sebagian besar penjara berada. Sedangkan, bagian timur adalah sisi lain pulau yang bisa dikunjungi wisatawan.

Beberapa destinasi yang bisa dikunjungi di Pulau Nusakambangan, seperti Pantao Permisan yang ada di dekat Lapas Permisan, Pantai Pasir Putih, hingga wisata alam seperti jelajah gua dan benteng-benteng peninggalan sejarah.

Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Shutterstock

Buat yang ingin ke Nusakambangan, kamu akan diantar dan dijemput dari Teluk Penyu yang jadi pintu masuk wisatawan.

Untuk menuju Pulau Nusakambangan, pertama-tama kamu bisa melakukan perjalanan menuju Cilacap, Jawa Tengah. Dari sana kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Lo Manis untuk naik kapal ferry.

Dari pelabuhan kamu bisa melanjutkan pelabuhan Sodong dan melanjutkan perjalanan ke Teluk Penyu.