kumparan
search-gray
Food & Travel6 April 2020 14:15

Dilarang Bepergian, 16 Ribu Warga Australia Malah Traveling ke Luar Negeri

Konten Redaksi kumparan
Dilarang Bepergian, 16 Ribu Warga Australia Malah Traveling ke Luar Negeri (877577)
Menteri Keuangan Australia Scott Morrison terpilih jadi PM baru Australia. Foto: Reuters/Marcos Brindicci/File Photo
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Rabu (18/3) mengumumkan situasi darurat biosekuriti manusia. Keputusan diambil menyusul meluasnya virus corona.
ADVERTISEMENT
Dengan diterapkannya kebijakan tersebut, pemerintah berhak menutup kota dan negara bagian, menerapkan jam malam, dan mewajibkan karantina terhadap masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Scott Morrison juga melarang warganya pergi ke luar negeri.
Kendati demikian, baru-baru ini Departemen Dalam Negeri merilis data yang menunjukkan bahwa sekitar 16 ribu warga negaranya bepergian ke luar negeri dalam periode 19 hingga 30 Maret 2020.
Dilarang Bepergian, 16 Ribu Warga Australia Malah Traveling ke Luar Negeri (877578)
Sejumlah turis berjalan di kawasan Circular Quay, Sydney, Australia. Foto: AFP/PETER PARKS
Tidak hanya itu, data yang dikeluarkan oleh Department of Home Affairs menunjukkan bahwa sebanyak 3.800 warga Australia terbang ke luar negeri, setelah pembatasan resmi perjalanan ke luar negeri diberlakukan pada 24 Maret 2020.
Dilansir The Independent, Perdana Menteri Australia Barat, Mark McGowan, menyebut bahwa warga negaranya yang tetap traveling ke luar negeri merupakan sikap yang tidak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, terdapat beberapa pengecualian untuk pembatasan tersebut bagi mereka yang tinggal di luar negeri, memiliki pekerjaan penting, atau atas dasar compassionate grounds.
Dilarang Bepergian, 16 Ribu Warga Australia Malah Traveling ke Luar Negeri (877579)
Penumpang tiba di Bandara Sydney, Australia, Senin (16/3). Foto: PETER PARKS / AFP
Seluruh warga Australia yang kembali dari luar negeri wajib menjalani karantina di hotel atau akomodasi lain yang dibiayai pemerintah. Saat ini, pemerintah Australia Barat sedang mempertimbangkan untuk menagih biaya para warga Australia yang kembali setelah bepergian ke luar negeri walaupun ada peringatan.
"Merupakan hal yang sangat tidak bertanggung jawab bagi mereka yang pergi ke Bali, atau Thailand, atau Britania Raya, atau ke mana pun itu," tutur Perdana Menteri Australia Barat, Mark McGowan.
Sementara itu, juru bicara Home Affairs Kristina Keneally mengatakan, penyerahan tanggung jawab atas langkah-langkah karantina kepada pemerintah dari Commonwealth Government terbilang tindakan yang luar biasa, mengingat virus corona telah menyebabkan keterpurukan ekonomi dunia saat ini.
Dilarang Bepergian, 16 Ribu Warga Australia Malah Traveling ke Luar Negeri (877580)
Ilustrasi virus corona di Australia. Foto: Shutter Stock
Senator Keneally, juga menganjurkan seluruh warga Australia untuk mendengarkan travel advice yang sudah diberlakukan.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah Federal tidak dapat memastikan kembalinya seluruh warga Australia yang ingin kembali ke rumah selama pandemi virus corona,” tutur Menteri Luar Negeri Marise Payne, Rabu (1/4).
Ia pun menambahkan bahwa saat ini diplomat Australia tengah melakukan berbagai upaya agar warga Australia yang terdampar di luar negeri kembali ke tempat yang aman.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white