Disney's River Country, Dulu Dipuja Kini 'Hilang' karena Tragedi
ยทwaktu baca 3 menit

Saat Disney's River Country dibuka untuk umum, banyak keluarga yang dengan gembira datang ke tempat tersebut dan membawa anak-anaknya.
Namun sayangnya, Disney's River Country yang merupakan taman air Walt Disney World pertama yang ada di Orlando, Florida, Amerika Serikat, harus ditutup pada tahun 2001.
Dilansir News.co.au, taman yang dibangun pada tahun 1976 ini pada masa kejayaannya merupakan destinasi wisata utama untuk keluarga dan anak-anak.
Apa yang Terjadi dengan Disney's River Country
Taman air pertama di Orlando, Florida, ini menjadi sangat terkenal sejak pertama kali dibuka pada Juni 1976.
Dalam beberapa tahun, taman itu dipenuhi keluarga yang bersemangat untuk liburan bersama anak-anaknya, sambil menikmati seluncuran yang ada di sana.
Dihiasi dengan batu-batuan buatan, tempat ini disebut sebagai kolam renang kuno. Pada tahun pertama, taman air ini dikunjungi oleh 4.700 orang per hari.
Salah satunya adalah Susan Ford, yang merupakan putri dari Presiden Gerald Ford, yang saat itu berusia 18 tahun. Ia yang pertama kali mencoba wahana Whoop 'n Holler Hollow.
Pembuat taman air itu ingin para keluarga merasakan suasana berenang di danau, sehingga ia menciptakan gunung buatan yang besar untuk mengambil air danau, menyaringnya, lalu mengisinya ke dalam kolam renang.
Meskipun pada awal-awal pembukaan tempat ini selalu dipuja, namun pada tahun 1980 terjadi kejadian yang kurang mengenakan di taman air ini.
Seorang anak laki-laki yang berasal dari New York, Amerika Serikat, meninggal di Disney's River Country, setelah tertular bakteri langka yang bernama meningoensefalitis amuba.
Bakteri itu menyebabkan infeksi langka dan disebabkan oleh amoeba yang berada di air tawar Florida saat itu. Sangat disayangkan amoeba masuk ke dalam hidung anak laki-laki itu, menyerang otak dan sistem sarafnya.
Menurut laporan Associated Press pada tahun 1980, pejabat Disney mengatakan tidak ada alasan untuk menyalahkan Disney World atas tragedi itu.
Karena amoeba dapat berkembang biak di hampir semua danau air tawar selama cuaca panas. Para pejabat mengatakan tidak ada epidemi penyakit di Florida Tengah.
"Kami tentu saja prihatin dan peka terhadap potensi bahaya kesehatan atau keselamatan bagi tamu kami," kata juru bicara Disney saat itu, Charles Ridgway.
Saat itu, Disney World mengeklaim bahwa mereka melakukan program pengendalian kualitas air secara menyeluruh, bekerja sama dengan pejabat kesehatan.
Namun, kejadian nahas kembali terjadi pada tahun 1982. Anak laki-laki berusia 14 tahun yang berasal dari North Dakota tenggelam usai jatuh ke danau yang berada di ujung seluncuran terkenal Whoop'n Holler.
Tentu keluarga anak laki-laki itu tidak terima dan menggugat Disney. Pihak keluarga mengatakan bahwa tidak ada tanda seberapa dalam air yang berada di danau itu.
Ucapan pihak keluarga dibuktikan dengan salah satu penjaga mengatakan ada lebih dari 12 orang yang harus diselamatkannya setiap hari. Akhirnya pihak keluarga mendapatkan kompensasi sebesar 375 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp 5,3 miliar.
Bekas Disney's River Country Akan Dibangun Hotel Baru
Walt Disney World Resort dilaporkan sedang membangun hotel yang memiliki lebih dari 900 kamar tidur, dengan lokasi dulunya Disney's River Country berdiri.
Menurut The Orlando Sentinel, resor mewah yang tidak disebutkan namanya ini akan dibuka pada tahun 2022 dan temanya sendiri sangat terinspirasi oleh alam.
Lokasi bekas taman air ini dirombak dengan mengeluarkan biaya yang fantastis sekitar 350 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 5 triliun.
