Kumparan Logo

Ditentang WHO, Ini Tanggapan Sandiaga Uno terkait Paspor Vaksin

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wisatawan yang sedang traveling di tengah pandemi Foto: Dok. Pegipegi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisatawan yang sedang traveling di tengah pandemi Foto: Dok. Pegipegi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentang penggunaan paspor vaksin yang kini mulai digunakan di sejumlah negara sebagai syarat perjalanan di tengah pandemi. Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi kemungkinan penggunaan paspor vaksin sebagai salah satu syarat perjalanan.

"Jadi, mengenai paspor vaksin ini yang oleh WHO sudah ditentang oleh beberapa negara sudah diterapkan, kami tidak ingin berpolemik, kami serahkan diskusi finalnya oleh Ibu Menlu dan tentunya Pak Menkumham, Kemenkes, dan Satgas COVID-19," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (12/4).

Menparekraf, Sandiaga Uno. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sandiaga mengatakan pihaknya telah berdiskusi panjang lebar mengenai kemungkinan penggunaan paspor vaksin di Indonesia. Ia pun telah berdiskusi panjang lebar dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tentang wacana ini. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dilihat dari prinsip keadilan bagi masyarakat.

"Paspor vaksin ini harus berbasis keadilan dan bisa merangkul semua tentunya masyarakat yang mungkin dalam status belum mengakses tapi harus bermobilitas. Jadi, prinsip keadilan ini harus ada dan Pak Presiden sudah menyampaikan dan harus kita pertimbangkan matang-matang," tutur Sandiaga.

Ilustrasi wisatawan di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

Sandiaga menambahkan, menurutnya penekanan angka kasus COVID-19 menjadi kebijakan yang lebih diprioritaskan karena kunci keberhasilan pemulihan pariwisata adalah dengan kesuksesan pemerintah mengendalikan kasus COVID-19.

"Tentunya penekanan angka COVID-19 menjadi prioritas utama namun juga kesempatan ini kita melakukan satu langkah terobosan agar pasca-pandemi ini bisa disiapkan beberapa kebijakan yang lebih ramah kepada pariwisata khususnya pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," lanjut Sandiaga.

Ilustrasi paspor Foto: Shutter Stock

Sejumlah negara telah mengeluarkan paspor vaksin atau sertifikat vaksin bagi warganya yang telah divaksinasi. Adanya paspor vaksin ini memungkinkan wisatawan melakukan perjalanan ke negara lain yang telah menerapkan kebijakan serupa.

Beberapa negara yang telah menerapkan paspor vaksin ini adalah, Arab Saudi, China, Inggris, Islandia negara-negara di Uni Eropa dan beberapa negara lainnya.

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)