Ditutup 2020, Kamu Tetap Bisa Liburan ke Pulau Faroe dengan Cara Ini

Keindahan negara-negara Nordik seperti Denmark, Norwegia, hingga Islandia tentu sudah tak dapat disangkal lagi. Alam yang eksotis dibalut deretan pegunungan menghijau memanjakan mata ditambah perairan biru yang jernih menjadi alasan kenapa banyak traveler yang jatuh hati.
Panorama tersebut pun bisa kamu temukan di Kepulauan Faroe, sebuah pulau eksotis yang dikenal sebagai salah satu 'surga'nya para traveler.
Berlokasi di Samudera Atlantik Utara, di antara negara Islandia dan Denmark, 18 pulau di Faroe menjanjikan pemandangan alam dan arsitektur yang eksotis. Bahkan, dari deretan pulau tersebut pemandangan alam yang ditawarkan juga berbeda-beda.
Ketenangan yang ditawarkan di Kepulauan Faroe menjadi sajian utama para wisatawan yang ingin sejenak melepaskan diri dari penatnya kehidupan kota. Ditambah penduduk pulau ini juga dikenal sangat ramah bagi wisatawan.
Meski dikenal indah, Kepulauan Faroe akan ditutup sementara pada 2020 mendatang bagi traveler. Hal ini dilakukan demi menjaga ekosistem yang ada di pulau tersebut.
Dilansir Travel and Leisure, penutupan ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya Pulau Faroe juga pernah ditutup pada tahun 2019 lalu. Untuk sementara wisatawan dari seluruh dunia tidak bisa menikmati 'surga' Kepulauan Faroe.
Menurut Direktur Pariwisata Kepulauan Faroe, Guðrið Højgaard, hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga dan melindungi pulau tersebut serta memastikan pariwisata yang berkelanjutan.
"Kami menyambut pengunjung ke pulau-pulau itu setiap tahun, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan kami yang indah," katanya dalam sebuah pernyataan.
Meski begitu, kamu tidak perlu bersedih. Karena kamu masih bisa mengunjungi Kepulauan Faroe, lho. Kok bisa? Ya, pemerintah setempat mengadakan sebuah program sukarelawan yang nantinya memungkinkan wisatawan untuk ikut terjun langsung dalam proses pemeliharaan lingkungan di pulau tersebut.
Bagi wisatawan yang beruntung, mereka akan tinggal bersama penduduk setempat pada 16-17 April 2020 mendatang. Mereka akan ikut dalam proyek pemeliharaan desa Faroe seperti membangun kembali terowongan, memperbaiki jalan setapak, dan mengeringkan area yang terkena banjir.
Karena program volunteer ini mendapatkan respons yang positif di kalangan wisatawan, Pulau Faroe pun berencana menjadikan program ini sebagai agenda tahunan. Bahkan, pada tahun lalu, ribuan wisatawan dari sekitar 25 negara mendaftar untuk ikut ambil bagian dalam program tersebut.
Wisatawan yang lolos dalam program tersebut pun hanya perlu membayar tiket pesawat sendiri ke dan dari Kepulauan Faroe. Semua biaya akomodasi akan ditanggung oleh pemerintah setempat.
Pulau Faroe saat ini menjadi salah satu destinasi yang paling dicari wisatawan, pada tahun lalu saja terdapat 110.000 wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut, hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah populasi pulau yang ada di pulau tersebut yaitu 51.000 orang.
Kunjungan wisatawan ke Pulau Faroe juga terus mengalami peningkatan sekitar 10 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Buat kamu yang tertarik untuk menjadi sukarelawan di Pulau Faroe kamu bisa mendaftar di sini. Tertarik?
