kumparan
30 Januari 2020 11:41

Duduk di Dekat Jendela Pesawat Lebih Aman Terhindar dari Virus Corona

Ilustrasi Penumpang Dekat Jendela Pesawat
Ilustrasi Penumpang Dekat Jendela Pesawat Foto: Pexels
Virus corona saat ini sedang sedang menjadi momok bagi banyak orang. Terlebih, ketika berada di dalam pesawat, di mana kontak fisik mungkin saja terjadi bagi sesama penumpang.
ADVERTISEMENT
Dilansir Fox News, menurut penelitian yang dilakukan oleh Emory University, duduk dekat jendela merupakan tempat paling aman untuk menghindar dari terserangnya wabah virus corona.
Studi yang dilakukan oleh tim peneliti Fly Healthy ini telah meneliti perilaku penumpang dan awak kabin di 10 penerbangan di AS selama 3 hingga 5 jam penerbangan. Penelitian itu menunjukkan bahwa penumpang yang duduk dekat jendela, lebih sedikit melakukan kontak fisik dengan orang yang berpotensi terinfeksi virus corona.
Berdasarkan penelitian itu, penyakit pernapasan mematikan seperti virus corona umumnya menyebar melalui air liur atau lendir yang terinfeksi. Tidak hanya itu, jika seseorang yang terinfeksi bersin dan batuk mengenai meja baki atau sandaran tangan, kemungkinan akan menularkan kepada penumpang terdekat yang berada di ruangan yang sama.
Ilustrasi Penumpang Samping Jendela Pesawat
Ilustrasi Penumpang Samping Jendela Pesawat Foto: Pexels
Namun, bagi penumpang pesawat yang duduk di kursi dekat jendela, kemungkinan akan kurang berinteraksi dengan penumpang lain. Apalagi, beberapa pesawat hanya menyediakan satu kursi dekat jendela.
ADVERTISEMENT
Jadi, kemungkinan besar penumpang yang duduk dekat jendela tidak berinteraksi dengan penumpang lain atau penumpang yang terinfeksi. Studi yang dipimpin oleh Vicki Stover Hertzberg, dari Emory University dan Howard Weiss dari Penn State, menunjukkan bahwa penumpang yang duduk berdekatan dengan penumpang lain pasti akan bersentuhan dengan penumpang lainnya.
Apalagi saat penumpang lain yang melakukan banyak kegiatan di dalam kabin pesawat, seperti pergi ke toilet atau mengambil barang-barang mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penumpang yang duduk berdekatan dengan penumpang lain memiliki 64 kontak fisik, sedangkan penumpang yang duduk dekat jendela hanya memiliki 12 kontak fisik.
"Misalkan Anda duduk di kursi lorong atau kursi tengah dan saya berjalan ke toilet, kami akan melakukan kontak dekat. Artinya kami akan berada dalam jarak satu meter. Jadi jika saya terinfeksi, saya dapat menularkannya kepada Anda," kata Weiss, profesor biologi dan matematika.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan hanya soal posisi tempat duduk, tetapi banyaknya gerak atau aktivitas yang dilakukan di dalam lorong pesawat akan lebih memungkinkan untuk menularkan virus corona. Meski begitu, penelitian ini tidak memperhitungkan transmisi aerosol, yang merupakan cara transmisi penyebaran virus corona.
Untuk melindungi diri saat dekat dengan orang lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan para penumpang pesawat untuk mencuci tangan dengan sabun, serta cairan pembersih tangan setelah menyentuh seseorang atau benda.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, banyak maskapai penerbangan yang penangguhan penerbangannya dari dan menuju Wuhan, serta kota-kota di China lainnya. Hal ini dilakukan setelah jumlah korban yang diduga terjangkit virus corona kini sudah mencapai lebih dari 7 ribu orang.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan