Kumparan Logo

Dukung Sektor Pariwisata, Pelni Sesuaikan Jadwal Kapal Menuju ke Banda Neira

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang memasuki kapal Pelni di Pelabuhan Ambon menuju Banda Neira, Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, Senin (20/10/2025). Foto: Harianto/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang memasuki kapal Pelni di Pelabuhan Ambon menuju Banda Neira, Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, Senin (20/10/2025). Foto: Harianto/ANTARA

PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni) kini tengah menyesuaikan jadwal pelayaran kapal menuju Banda Neira, Maluku. Hal ini dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata, di mana wisatawan akan mudah mengatur perjalanan sesuai Waktu liburan mereka.

Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heryanto, mengatakan bahwa Pelni akan menghadirkan jadwal pelayaran agar bisa tiba di Banda Neira pada pagi hari.

"Untuk mendukung pariwisata Banda Neira, jadwal kapal Pelni diatur sedemikian rupa, agar tiba di Banda Neira pada pagi hari, sehingga wisatawan dapat beristirahat di kapal selama pelayaran," ujar Marthin, seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Marthin mengatakan bahwa dengan penyesuaian ini, wisatawan diharapkan bisa tiba di Banda Neira dalam keadaan bugar.

"Sehingga dapat beraktivitas sejak pagi hari," lanjutnya.

Suasana permukiman di Kepulauan Banda Naira, Maluku. Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Adapun sejak bertahun-tahun, Pelni menjadi alat transportasi bagi wisatawan dan masyarakat menuju Banda Neira, di Provinsi Maluku. Saat ini, ada tiga kapal penumpang dan satu kapal perintis yang singgah di Banda Neira.

Kapal-kapal Pelni yang singgah di Banda Neira adalah KM Lobbar dengan kapasitas 3.000 penumpang, KM Pangrango berkapasitas 500 penumpang, KM Sangiang berkapasitas 500 penumpang, dan KM Sabuk Nusantara 106 berkapasitas 400 penumpang.

Nantinya, KM Labobar yang berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta, membutuhkan Waktu lima hari berlayar untuk tiba di Banda Neira. Selanjutnya, kapal ini akan berlayar hingga Fak-Fak, dan Kembali di Banda empat hari kemudian.

"Selama tiga hingga empat hari di Banda Neira, wisatawan dapat menjelajahi kota ini, dilanjutkan aktivitas laut seperti snorkeling hingga diving," tutur Marthin.

Sedangkan khusus KM Pangrango, kapal tersebut berangkat dari Ambon setiap Jumat sore, dan tiba di Banda pada Sabtu pagi.

"Kapal sandar satu malam hingga Minggu sore, jadi bisa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk menginap satu malam di atas kapal, dan Kembali ke Ambon Minggu sore, dan tiba Senin pagi," pungkas Marthin.