Eks Rekan Nonton Video Porno-Masturbasi di Kokpit, Pilot Wanita Gugat Maskapai
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang pilot wanita dari Southwest Airlines, Christine Janning, menggugat maskapai penerbangan tempatnya bekerja, serikat pekerja, dan mantan rekan kerjanya. Hal ini ia lakukan karena kejadian yang terjadi pada 2020 lalu.
Kejadian yang terjadi adalah rekan kerja Janning saat itu, Michael Haak, bersalah karena telah mengekspos alat kelaminnya dan menonton video porno di kokpit saat penerbangan.
Dalam gugatannya, Christine Janning mengatakan, maskapai penerbangan tersebut malah membalas perlakukannya yang telah melaporkan mantan pilot, Michael Haak, ke perusahaan dan FBI.
Dilansir USA Today, dirinya mengeklaim maskapai penerbangan menahannya dan Asosiasi Pilot Southwest Airlines juga ikut bekerja sama karena tidak mendukungnya setelah insiden itu terjadi.
Janning menggugat Haak atas tuduhan penyerangan seksual. Haak sidaj mengaku bersalah karena sengaja melakukan tindakan cabul dan tidak senonoh. Haak pun dijatuhi hukuman percobaan dan denda 5 ribu dolar Amerika atau setara dengan Rp 76,4 juta.
Haak mengakui bahwa setelah penerbangan dari Philadelphia ke Orlando, Florida, dan mencapai ketinggian yang dinilai sudah aman, dirinya turun dari kursi pilot untuk bertelanjang, bermasturbasi, saat menonton video porno di laptop.
Bukan hanya itu, Janning juga mengeklaim setelah melaporkan insiden pada November 2020, dia diberi tahu soal penyelidikan Southwest ditutup karena Haak telah pensiun. Dia kemudian melaporkannya ke FBI.
"Saya dihukum selama lebih dari tiga bulan dan tentu itu menghabiskan sebagian gaji saya. Belum lagi saya diwajibkan untuk mengikuti pelatihan yang tidak perlu sebelum mulai bekerja lagi," kata Christine Janning.
Dia juga mengklaim bahwa serikatnya, Asosiasi Pilot Southwest Airlines, tidak mengadvokasi atas namanya dan membuat namanya bersih.
Walaupun para pemimpin perusahaan telah membuat surat pernyataan bahwa Janning bersih dan tidak melakukan hal tersebut.
Karena kejadian tersebut pihak Southwest Airlines turut memberikan pernyataan.
"Southwest Airlines menangani semua hal yang berkaitan dengan perilaku di tempat kerja dengan sangat serius, dengan kebijakan dan proses yang terdefinisi dengan baik untuk pelecehan, pelecehan seksual, diskriminasi, dan klaim pembalasan," tulis pihak Southwest Airlines dalam sebuah pernyataan.
"Budaya perusahaan kami dibangun di atas memperlakukan orang lain dengan saling menghormati dan bermartabat, dan kami berencana untuk membela diri dengan penuh semangat terhadap tuduhan yang dibuat dalam pengaduan baru-baru ini," tambahnya.
