Kumparan Logo

Festival Kampung Nelayan Tomalou Angkat Kekayaan Laut Tidore

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 Foto: Dok. Dispar Maluku Utara
zoom-in-whitePerbesar
Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 Foto: Dok. Dispar Maluku Utara

Selain kejayaan maritim, kampung nelayan Tomalou menyimpan kekayaan budaya dengan kekuatan kearifan lokal dan filosofi hidup serta warisan peradaban Kesultanan Tidore bernilai tinggi.

Untuk mengangkat beragam potensi yang dimilikinya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) serta seluruh elemen masyarakat Tomalou menggelar Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2020.

Festival yang diselenggaraakan pada 15-23 Januari 2020 di Tomalalu ini tak hanya menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. FKNT juga diharapkan bisa meningkatkan kapasitas penduduk pesisir dalam membangun sektor perikanan serta mendorong pelbagai program kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 Foto: Dok. Dispar Maluku Utara

Tak sampai di situ, event tahunan ini juga untuk menggugah kembali kearifan dan pengetahuan kemaritiman leluhur Tomalou yang terkenal sebagai nelayan dan pelaut tangguh dengan sejarah panjang kejayaan armada lautnya.

Sebagai kampung nelayan, Tomalou memiliki luas 173,38 hektare dengan jumlah penduduk 3.080 jiwa. Tahun 2019 di Tomalou tercatat memiliki 16 armada tangkap 30 gross tonnage (GT), yang terdiri dari 12 kapal Inka Mina dan 4 Kapal Nelayan Bakti. Sedangkan perahu tanpa motor adalah sebanyak 31 unit, perahu dengan motor 65 unit dan kapal motor sebanyak 24 unit. Hingga tahun 2019 terdapat 175 jumlah rumah tangga perikanan dengan total produksi tangkap sebanyak 3.560 ton per tahun.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima kumparan, mengusung tema "menjaring kekuatan di atas sampan" FKNT tahun ini dilaksanakan Generasi Ngofa se Dano (anak dan cucu) Kampung Nelayan Tomalou ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 Foto: Dok. Dispar Maluku Utara

Mulai dari Ritual Foladomo, Pentas Kolosal 290 Anak Nelayan, hingga Tomalou Expo.

Dalam festival ini juga akan digelar berbagai lomba seperti lomba mendayung, lomba memancing, lomba permainan anak nelayan, hingga lomba cerdas cermat nelayan. Selain dimeriahkan berbagai lomba, terdapat pula pekan kuliner serba ikan, pentas budaya maritim, atraksi jaga laut, hingga kampanye sadar sampah/plastik.

Sementara itu, di panggung utama juga akan digelar berbagai acara hiburan. Di sekitar panggung juga terdapat festival kuliner lezat berbasis ikan dengan penyajian menggunakan Sepe, wadah makanan dari tanah liat, kerajinan terkenal dari Pulau Mare. Panitia juga akan menyiapkan atraksi bakar Sate Tuna sepanjang 500 m berlatar belakang Pulau Mare dan deburan ombak Laut Halmahera.

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 Foto: Dok. Dispar Maluku Utara

Sementara itu, dari seluruh kegiatan yang digelar di Festival Kampung Nelayan Tomalou, Ritual Foladomo menjadi atraksi menarik yang ditunggu-tunggu pada festival ini.

Foladomo merupakan ritual para nelayan di Tomalou, di mana mereka akan meluncurkan perahu yang baru dibuat dari galangan ke laut. Sebelum melakukan prosesi ini, para nelayan akan membuat 'Ngale' atau bahan yang dibutuhkan dalam ritual.

Ngale sendiri terdiri dari Boso Kene (belanga tanah liat) berisi nasi santan, Safra (telur goreng) dan telur rebus, Hono (mangkuk putih berisi air), Goroho Paha (minyak wangi racikan) dan lain-lain.

Setelah itu Ngale akan dibawa ke laut dengan menggunakan perahu nelayan. Sebelum perahu didorong ke laut, seluruh awak akan berteriak “Greceleeee!

Menariknya lagi, atraksi ritual Foladomo akan diikuti dengan pentas kolosal 290 anak nelayan Tomalou akan beratraksi di atas sampan dan menari di pesisir pantai Tomalou yang indah. Atraksi kolosal yang mengangkat tema “Menjaring Kekuatan di atas Sampan” ini juga akan diikuti oleh siwa SMP, SMA dan sejumlah karang taruna setempat.

Sembari menari mereka juga akan menggenkan atribut-atribut pendukung seperti dayung dan jala ikan yang biasa digunakan para nelayan.

FKNT 2020 merupakan event penting bagi masyarakat Tomalou sebagai langkah strategis percepatan peningkatan ekonomi masyarakat serta sebagai peluang untuk mempromosikan sektor pariwisata di Tidore dan membuka peluang peningkatan ekonomi di bidang kepariwisataan dan industri bidang perikanan.

Event ini rencananya juga akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore, Utusan Kedutaan Kerajaan Spanyol di Indonesia, Utusan Kedubes Portugal di Indonesia, Unsur Pimpinan Daerah di Maluku Utara, serta tamu kehormatan lainnya. Serta dikunjungi 5.000 wisatawan nusantara dan mancanegara.