Kumparan Logo

Foto: Melestarikan Tradisi Karapan Kambing di Probolinggo

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
zoom-in-whitePerbesar
Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto

Pagi itu, hampir seratus kambing diturunkan dari beberapa mobil bak terbuka dan langsung digiring ke tenda yang sudah disiapkan di lapangan Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur. Beberapa kambing dipisahkan dari yang lain, ditambatkan secara berpasang-pasangan kemudian diberi makanan serta minuman. Kambing-kambing itu disiapkan untuk diadu kecepatannya dalam perlombaan karapan kambing.

Sejumlah kambing yang diikuti lomba karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kambing yang diikuti lomba karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto

Dalam arena perlombaan, pasangan kambing akan diadu dengan pasangan lainnya. Tidak lupa, kambing-kambing ini dilengkapi beberapa peralatan, antara lain jepitan telinga, rekeng (sejenis bandulan tapi terpaku), kaleles (rangka kayu yang diikatkan ke badan kambing), kalonongan (terbuat dari kaleng kecil biasanya bekas dari korek api). Tidak lupa balsam dan minyak angin dilumuri pada beberapa bagian tubuh kambing sehingga memberikan rasa panas yang cukup untuk membuat kambing tersebut berlari kencang sekuat tenaga.

Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
Kambing milik peserta karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
Peserta memberikan jamu kepada kambing miliknya. Foto: Zabur Karuru/Antara foto

Aturan pertandingan karapan ini mirip dengan karapan sapi Madura. Dua pasang kambing dipacu untuk mencari yang tercepat, hanya saja joki karapan kambing tidak menaiki keleles seperti kerapan sapi, melainkan berlari di belakangnya. Kambing yang menang, kemudian diadu lagi pada babak selanjutnya.

Ciri dari kambing karapan yang bagus terletak pada bentuk kepala yang cenderung kecil, badan lurus, pangkal kaki depan tampak besar, posisi badan sedikit menungging, usia minimal 3 bulan dan belum beranak.

Sejumlah peserta menyiapkan kambing miliknya dalam perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto

Karapan kambing merupakan tradisi turun temurun warga Probolinggo, khususnya masyarakat Pandulungan. Tadisi ini merupakan hasil asimilasi antara budaya Jawa dan Madura yang tersebar di pesisir Pantai Utara Jawa Timur (sebagian Tuban, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Situbondo) dan sebagian pesisir Selatan Jawa Timur bagian timur (Lumajang, Jember, dan sebagian Banyuwangi). Hiburan rakyat ini biasanya diadakan saat memasuki musim panen, acara Agustusan, ataupun lomba desa.

Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto

Adanya perlombaan karapan kambing secara rutin diharapkan dapat melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sekaligus sebagai ajang promosi wisata serta menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Probolinggo. Bukan tidak mungkin nantinya karapan kambing akan terkenal seperti karapan sapi.

Suasana perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto
Menghitung kecepatan pada perlombaan karapan kambing. Foto: Zabur Karuru/Antara foto