Kumparan Logo

Gaungkan Gerakan Pakai Masker, Sandiaga: Saya Terinspirasi dari Gubernur Tokyo

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat mengunjungi UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat mengunjungi UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo. Foto: Dok. Istimewa

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengkampanyekan gerakan pakai masker (GPM) sebagai langkah tambahan dalam penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safe, and Environmental Sustainability).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan bahwa untuk memulihkan industri pariwisata tentu tidak bisa menunggu hadirnya vaksin atau pandemi COVID-19 selesai. Ia pun terinspirasi dari Gubernur Tokyo terkait hal tersebut.

Menparekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Bali. Foto: Kemenparekraf

"Saya terinspirasi dari Gubernur Tokyo yang ditanya mengenai Olimpiade 2021, sudah ditunda dari 2020 ke 2021 dan sekarang ada dorongan untuk ditunda lagi. Dia gebrak meja, dia bilang 'it's not about we go or not go, it's not about we do or not do Olympic 2021, but's it's about how. How-nya ini adalah protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," kata Sandi dalam webinar "Bincang-Bincang Program CHSE dan Gerakan Pakai Masker", Selasa (2/2).

Sandi mengatakan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat di setiap destinasi wisata tentu dapat memulihkan kembali kepercayaan wisatawan. Serta membangkitkan kembali industri pariwisata.

embed from external kumparan

"Kita ikuti anjuran pemerintah bahwa kalau code red, tempat-tempat yang mungkin tidak bisa kita datangi, kita hindari. Tapi kalau green zone dan daerah yang sudah menerapkan protokol kesehatan yang disiplin, kita bisa buka karena begitu banyak lapangan kerja yang harus kita selamatkan," ujar Sandi.

Untuk itu, Kemenparekraf pun mensosialisasikan lebih masif program CHSE dan juga memperbanyak pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan juga destinasi wisata yang tersertifikasi program CHSE.

Ilustrasi protokol kesehatan destinasi wisata di Bali Foto: Shutter stock

"Jumlah sertifikat CHSE yang sudah kita berikan di tahun 2020 hampir 6.000. Kita akan tingkatkan, tapi ini pasti tidak akan cukup kita harus didukung betul oleh gerakan yang masif salah satunya adalah gerakan pakai masker ini," imbuh Sandi.

Sementara itu, di tahun 2021 Kemenparekraf menargetkan sekitar 6.500 pelaku parekraf yang tersertifikasi program CHSE.

"Saya tahu yang dikerjakan banyak banget. Tapi kita perlu gaspol lagi, kita geber, kita gercep (gerak cepat), dan kita gaspol untuk gerakan pakai masker ini sebagai bagian dari adaptasi 3 M kita dan di tahun 2021 kita targetkan 6.500 tetapi saya bilang kita harus tingkatkan lagi," tutur Sandi.

"Bagaimana caranya? Yaitu dengan merangkul dunia usaha untuk ikut program ini sehingga yang tersertifikasi yang bisa dibantu kita juga lebih banyak. Karena ada 3,4 juta lapangan kerja yang harus diselamatkan," pungkasnya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)