Kumparan Logo

Geliatkan Perekonomian NTB, Pacuan Kuda Panda Akan Dijadikan Event Nasional

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menparekraf Sandiaga Uno, saat menyaksikan event pacuan kuda di Desa Panda, Libelo, Bima, NTB, Minggu (13/6). Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno, saat menyaksikan event pacuan kuda di Desa Panda, Libelo, Bima, NTB, Minggu (13/6). Foto: Dok. Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, akan menjadikan pacuan kuda khas Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai event nasional. Hal ini disampaikan oleh Sandiaga saat menyaksikan event pacuan kuda di Desa Panda, Libelo, Bima, NTB, Minggu (13/6).

Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengungkapkan bahwa ajang pacuan kuda dapat dijadikan event nasional. Sebelumnya, dalam setahun ada empat ajang pacuan kuda yang digelar di NTB, yaitu Bupati Bima Cup (April), Hari Jadi Bima (Juli), Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (Oktober), dan Hari Ulang Tahun NTB (Desember).

kumparan post embed

"Hari ini kita melihat satu event daerah yang bisa dikembangkan menjadi satu kegiatan pariwisata dan mungkin sifatnya kita akan melihat dari segi revitalisasi fasilitasnya. Event daerah ini bisa diangkat menjadi event nasional," ungkap Sandiaga Uno, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan.

Menparekraf Sandiaga Uno, saat menyaksikan event pacuan kuda di Desa Panda, Libelo, Bima, NTB, Minggu (13/6). Foto: Dok. Kemenparekraf

Tak sendirian, Sandiaga sengaja mengajak pasangan selebriti, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, untuk menyaksikan ajang pacuan kuda tersebut dan turut mempromosikan adat istiadat, serta beragam produk ekonomi kreatif khas NTB.

kumparan post embed

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kedatangan wisatawan yang berujung pada perekonomian masyarakat, demi penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.

"Tujuan saya ajak Atta dan Aurel sama Rigen sebagai youtuber lokal adalah bagaimana destinasi-destinasi wisata yang tadinya belum dikenal bisa dipromosikan untuk kebangkitan ekonomi kita," ungkap Sandiaga.

"Juga harapannya tradisi ini bisa meningkatkan sumber daya manusia, sehingga juga kita lakukan dengan pendekatan-pendekatan yang inovatif, adaptif dengan keadaan terkini sekarang," pungkasnya.

kumparan post embed