Kumparan Logo

Gereja Ini Hadirkan ‘Hantu’ untuk Menarik Pengunjung Setelah Lama Terbengkalai

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gereja St. George di Lukova, Republik Ceko. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Gereja St. George di Lukova, Republik Ceko. Foto: Shutter Stock

Rumah ibadah adalah representasi dari sebuah tempat yang aman, nyaman, dan tenang. Umat beragama yang mengunjunginya sering mengharapkan kelegaan batin atas peliknya masalah hidup yang mungkin sedang dihadapi.

Namun, lain halnya dengan rumah ibadah satu ini. Dilansir Insider, Gereja St. George di Lukova malah menciptakan suasana menyeramkan untuk menarik orang berkunjung ke dalamnya. Kesan seram itu didapatkan dengan menempatkan ‘hantu’ di seluruh ruangannya. Bagaimana bisa?

St. George merupakan gereja tua yang sudah dibangun pada abad ke-14 di atas bukit Kampung Czech, Lukova, Praha. Awalnya, masyarakat setempat masih sering menggunakan gereja ini untuk misa dan acara peribadatan lainnya.

Gereja ini mulai ditinggalkan sejak tahun 1968, saat atapnya roboh ketika sedang berlangsung upacara pemakaman di dalamnya. Robohnya atap itu dipercaya masyarakat setempat sebagai bukti, bahwa bangunan ini berhantu dan terkutuk. Sejak saat itu, mereka mulai mengadakan misa di luar.

Tidak ada lagi aktivitas yang berlangsung di dalamnya, membuat gereja ini dibiarkan begitu saja. Masyarakat setempat tidak mampu mengumpulkan dana untuk memperbaiki atap yang roboh. Hingga akhirnya pada tahun 2012, seorang seniman lokal bernama Jakub Hadrava, memiliki ide anti-mainstream untuk menghidupkan lagi gereja tersebut.

Gereja St. George di Lukova, Republik Ceko. Foto: Shutter Stock

Jakub mengetahui kepercayaan masyarakat setempat tentang gereja ini dan malah memanfaatkannya. Dia membuat ‘hantu sungguhan’ yang dapat dilihat langsung oleh manusia. Dengan mengandalkan teman-teman sekelasnya sebagai model, Jakub menutupi badan mereka dengan sehelai kain putih lebar dan gips untuk menciptakan efek menakutkan.

Tidak tanggung-tanggung, sosok putih menyeramkan itu ditempatkan di segala ruangan gereja. Ada yang duduk di bangku-bangku jemaat, berkumpul di altar, dan berdiri di pintu masuk seakan-akan berperan sebagai penyambut tamu. Totalnya sebanyak 32 sosok.

Seiring berjalannya waktu, teman-teman sekelas Jakub itu mulai digantikan dengan patung-patung buatannya. Patung tersebut terinspirasi dari kelompok etnis yang tinggal di Sudeten, Jerman.

Akhirnya, gereja beserta ‘hantu’ di dalamnya mulai menarik wisatawan pada tahun 2013. Mereka mulai berdonasi untuk membantu perbaikan atap gereja yang sempat roboh. Tahun 2018, jumlah donasi sudah mencapai 26 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 364 juta.

Tapi di sisi lain, ada juga pengunjung yang sudah tiba di lingkungan gereja, namun mengurungkan niatnya untuk masuk. Setelah mengintip dari jendela gereja, mereka merasa tidak nyaman dengan atmosfer menakutkan yang diciptakan.

Gereja ini buka setiap Minggu dan hanya beberapa jam untuk wisatawan. Namun, kamu tetap bisa mengintip dari jendela kapan saja.

Penulis: Cindy Rebecca