Kumparan Logo

Google: Healing Jadi Tren Traveling Unik dan Paling Banyak Dicari di Indonesia

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi traveler bahagia yang traveling dengan smartphone. Foto: Tom Wang/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi traveler bahagia yang traveling dengan smartphone. Foto: Tom Wang/Shutterstock

Google, platform pencarian terbesar di dunia mengungkap tren traveling yang terjadi di Indonesia, baik sebelum dan sesudah adanya pandemi. Menurut insight tool dari Google, healing jadi tren traveling yang paling banyak dicari traveler.

Travel Industry Analyst Google Indonesia, Vania Anindiar, mengatakan healing jadi tren traveling unik yang terjadi di Indonesia.

Ilustrasi Kantor Google. Foto: Shutter Stock

"Dari data google search itu ada yang kami sebut adalah healing. Healing itu konsep traveling baru yang ada di Indonesia. Lucunya saat saya mention ini, saya sebut orang-orang di Indonesia tuh sekarang kalau nyebut traveling itu healing, kata travel-nya saja bahkan kadang suka tidak disebut," kata Vania, dalam acara Press Briefing Google: World Tourism Day 2022, yang digelar secara daring, Senin (26/9).

Menurut Vania, healing seakan menjadi tren traveling baru atau istilah yang menggantikan seseorang ketika jalan-jalan atau traveling ke sebuah tempat.

"Kalau kita lihat di sosmed (sosial media), teman-teman kita yang aktif di sosmed banyak ngomongnya sekarang bukan, aku lagi traveling di Bali, aku lagi traveling ke Bogor, tapi mereka akan tulisnya aku lagi healing di Bali, healing trip ke mana. Bahkan, healing itu jadi menggantikan kata travel. Baik di pembicaraan virtual atau verbal," imbuhnya.

Ilustrasi traveler traveling di alam sambil membuka smartphone. Foto: A_B_C/Shutterstock

Makna healing pun jadi berbeda ketika pandemi melanda. Jika sebelumnya healing diartikan secara harfiah sebagai penyembuhan, ketika pandemi, healing memiliki makna lain, yaitu traveling sambil memperbaiki kesehatan jiwa ataupun mental.

"Orang-orang Indonesia memanggil traveling itu healing, ini adalah interpretasi kami. Setelah pandemi, berasa banget traveling itu lebih penting dari cuma jalan-jalan (untuk) melihat tempat baru. Tapi, ada meaning untuk hidup yang mendalam, jadi sesuatu untuk meditasi, memperbaiki kesehatan jiwa. Jadi, traveling itu maknanya lebih dalam lagi," papar Vania.

Tren Healing di Google Naik 500 Persen

Industry Analyst, Google Indonesia, Vania Anindiar, saat memaparkan healing yang jadi tren traveling unik di Indonesia, Senin (26/9). Foto: Dok. tangkapan layar/Google

Karena banyaknya traveler yang ingin menikmati liburan semacam ini, healing pun jadi tren traveling yang banyak dilakukan saat pandemi. Berdasarkan data Google, tren healing naik lima kali lipat dari periode sebelumnya, bahkan sebelum adanya pandemi.

"Kita sudah tahu healing-nya sendiri naik 500 persen dibanding tahun lalu. Jadi di 2022 ini loncat," ujar Vania.

Ilustrasi traveling sendirian ke pantai. Foto: Shutterstock

Menariknya, Vania menjelaskan bahwa kata healing sebenarnya bukan belum ada, tetapi sudah ada sejak dulu. Hanya saja, ada perbedaan yang mendasari keduanya, baik sebelum atau sesudah pandemi.

"Sebenarnya (kata healing ini) dulu sudah ada, yang menarik kalau kita deep dive (gali lebih dalam) sedikit, kalimatnya seperti apa yang orang cari yang mengandung kata healing. Di 2021 waktu orang mencari healing, yang muncul adalah 'self healing', 'healing' artinya, 'trauma healing', dan sebagainya. Tapi di 2022, top search healing-nya tempat traveling," papar Vania.

Berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan ketika melakukan healing, Google mengungkap beberapa pilihan tipe destinasi masyarakat Indonesia untuk healing. Di antaranya adalah hotel sebesar 30 persen, pantai 26 persen, taman 19 persen, danau 13 persen, dan gunung sebanyak 7 persen.

Chief Marketing Officer & Co-founder tiket.com, Gaery Undarsa Foto: Dok. tiket.com

Sementara itu, Co-Founder & CMO tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan bahwa wisata olahraga (sport tourism) juga jadi salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan traveler saat healing.

"Kalau favorit healing, sport tourism itu lumayan naik daun. Banyak daerah yang misalkan itu pergi buat sepedaan doang, contoh Magelang, Malang, Bali itu jadi destinasi yang lumayan populer buat sepeda," ujar Gaery.

"Bali juga sport tourism-nya, seperti diving naik daun lagi. Berhubungan dengan nature, camping, hiking, trekking, mulai banyak pertumbuhan tempat-tempat yang menarik dan trekking lumayan naik daun," pungkasnya.