Gunung Omine Jepang: Wanita Dilarang Masuk dan Ada 3 Uji Keberanian untuk Pria
·waktu baca 3 menit

Gunung Omine yang memiliki nama asli Gunung Sanjō, merupakan gunung suci dalam agama Buddha Jepang yang terletak di Taman Nasional Yoshino-Kumano.
Di atas gunung ini terdapat Kuil minesanji. Kuil penting ini merupakan markas sekte Shugend dari Buddhisme Jepang. Seluruh gunung adalah bagian dari ziarah dan tempat pelatihan Yamabushi.
Yamabushi jika diterjemahkan berarti orang yang bersujud di gunung. Yamabushi adalah pertapa gunung yang dapat ditelusuri kembali pada abad ke-8 dan ke-9. Mereka biasanya anggota agama Shugendō sinkretis (memiliki unsur Shintoisme dan Buddhisme Tantra).
Gunung Mine merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dalam daftar "Situs Suci dan Rute Ziarah di Pegunungan Kii".
Dilansir The Travel, wanita dilarang untuk masuk ke gunung suci ini. Aturan tersebut telah berlaku selama sekitar 1.300 tahun. Sejak saat itu, tidak ada wanita yang diizinkan mendaki gunung yang suci bagi agama Shinto ini.
Hal tersebut juga terlihat pada pintu masuk ke trailhead terdapat pilar batu setinggi 13 kaki yang bertuliskan "Dari sini [selanjutnya] adalah zona yang dibatasi untuk wanita" (從是女人結界).
Ada juga gerbang kayu setinggi 11 kaki yang bertuliskan "Zona terbatas untuk gerbang wanita” (女人結界門). Selain itu, sebuah tanda telah dipasang dalam bahasa Inggris dan Jepang yang memiliki arti tidak ada wanita yang diakui.
Larangan terhadap wanita sebenarnya tidak dipaksakan pada pengunjung, tetapi akan dianggap sangat tidak menghormati tradisi dan agama kuno mereka. Wanita disarankan untuk menghormati larangan tersebut.
Dilansir Japan Info, larangan ini mungkin karena konsep pengotor darah akibat menstruasi dan melahirkan. Selain itu, wanita dapat menjadi pengalih perhatian para biksu Yamabushi yang menjalani gaya hidup pertapa.
3 Ujian Keberanian di Gunung Mine, Jepang
Sedangkan untuk pendaki laki-laki, ada tiga tahapan uji keberanian saat mereka mendaki gunung ini. Meskipun begitu, mereka tidak harus melakukannya dan bisa memilih untuk sekadar berjalan di sekitarnya. Apa saja tes tersebut? Berikut ulasannya.
1. Tes Pertama: Kane Kane Iwa atau Kanekaka Iwa
Ini adalah ujian keberanian pertama yang sering disebut sebagai Batu Gantung atau Batu Kepiting. Di mana seseorang harus memanjat dinding batu setinggi 30 kaki. Disebut "Batu Kepiting", karena posisi yang harus diambil saat mendaki.
Sebagian besar batu mudah didaki, tetapi di bagian atas adalah batu yang menjorok. Untuk melewati bagian terakhir, ayunkan banyak overhand dan kemudian gunakan rantai tertanam untuk naik.
2. Tes Kedua: Nishi no Nozoki
Tes keberanian kedua memiliki arti Wawasan dari Barat. Ini adalah tebing terjal lainnya setinggi 60 meter atau 200 kaki. Di sini para pemula ditahan dengan kepala di tepi tebing, dan dipaksa untuk mengakui kesalahan mereka, serta berjanji untuk mematuhi hukum sosial dan agama.
3. Tes Ketiga: Byodo Iwa
Tes keberanian ketiga dan terakhir diterjemahkan sebagai Batu Karang Kesetaraan. Untuk melakukan tes keberanian ini hanya dengan permintaan khusus.
Ini adalah puncak menara batu yang menghadap ke tebing, dengan beberapa proyeksi yang memungkinkan orang untuk melintasi dari satu sisi ke sisi lain.
Setelah keberanian diuji, pendaki dapat melihat apakah ia merasa ingin menjadi pertapa di gunung atau tidak. Setiap ujian dimaksudkan untuk menguji kekuatan spiritual para peziarah.
