Hampir Setinggi Gunung Semeru, Ini Stasiun Kereta Api Tertinggi di Eropa
·waktu baca 3 menit

Di Eropa kamu enggak hanya bisa bepergian dengan kereta api, melainkan sekaligus bisa mengagumi keindahan stasiun-stasiunnya. Seperti halnya stasiun satu ini yang ternyata punya panorama unik sekaligus menakjubkan.
Uniknya, posisi stasiunnya berada di puncak gunung. Para penumpang yang naik kereta ini bakal disuguhkan dengan pemandangan indah kawasan Pegunungan Alpen, lho. Ya, itulah pengalaman yang akan kamu dapat saat naik kereta api dari Stasiun Jungfraujoch.
Stasiun kereta api yang terletak di Swiss ini ternyata jadi stasiun kereta tertinggi di Eropa. Menariknya, lokasi stasiunnya yang berada di ketinggian 3.454 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuatnya hampir setara dengan tinggi Gunung Semeru.
Lokasinya yang ada di ketinggian 3.454 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuatnya tak berbeda jauh dengan ketinggian Gunung Semeru di Indonesia yang punya ketinggian 3.676 mdpl.
Tak hanya itu, dilansir Oddity Central, Jungfraujcoh jadi maha karya manusia paling menakjubkan di dunia yang telah ada selama lebih dari seabad.
Kalau negara lain membangun kereta api sebagai salah satu moda transportasi untuk memudahkan kita pergi ke tempat lain, Swiss memiliki pandangan yang berbeda. Negara tersebut ternyata juga membangun stasiun kereta untuk memudahkan mereka yang ingin mendaki gunung.
Ambisi itulah yang kemudian jadi ide pembangunan Stasiun Jungfraujcoh. Pada akhir abad 19, mereka memutuskan untuk membangun sebuah jalur kereta api yang melintasi Bernese Alps atau kawasan pegunungan di Swiss menuju Puncak Eropa.
Jalur kereta api yang dinamai Jungfraubahn itu terdiri dari beberapa stasiun, namun stasiun tertinggi yang dibangun adalah Jungfraujcoh.
Menariknya, stasiun ini juga punya sejarah yang cukup panjang.
Sejarah Stasiun Jungfraujoch
Pembangunan stasiun ini bermula dari sekelompok pendaki yang mendaki pelana Jungfraujoch di Bernese Alps pada tahun 1862. Mereka adalah orang pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi tersebut dengan berjalan kaki.
Beberapa dekade setelahnya, seorang industrialis asal Swiss bernama Adolf Guyer-Zeller mengusulkan rencananya untuk membangun stasiun rel kereta api hingga puncak Jungfraujoch. Meski rencana tersebut terbilang baru, pemerintah akhirnya menyetujui pembangunan jalur kereta api Jungfraubahn.
Selama 16 tahun berikutnya, ratusan pekerja bekerja keras di Pegunungan Alpen, mengebor pegunungan dan meledakkan terowongan dengan dinamit. 30 orang dilaporkan kehilangan nyawa mereka selama konstruksi.
Jungfraubahn tampak mustahil di atas kertas, tetapi pada tahun 1912, rel kereta api diresmikan, dan sejak saat itu telah beroperasi sepanjang tahun.
Atraksi Terpopuler bagi Turis di Swiss
Bertengger di atas batu karang antara pegunungan Jungfrau dan Mönch, stasiun ini diakui sebagai stasiun tertinggi di Eropa. Tak hanya itu, Jungfraujcoh juga jadi atraksi terpopuler bagi turis di Swiss.
Alih-alih mengikuti jejak para pendaki pemberani yang pertama kali menaklukkan Jungfraujoch, orang sekarang dapat naik kereta selama sekitar 30 menit ke stasiun kereta api tertinggi di Eropa untuk menikmati beberapa pemandangan gunung paling menakjubkan di dunia.
Perjalanan mengesankan tersebut dimulai dari Stasiun Kleine Scheidegg yang berada di ketinggian 2.060 mdpl. Untuk mencapai stasiun tertinggi di Eropa tersebut, kamu akan diajak menyusuri jalur rel sejauh 9,3 kilometer (km).
Menariknya, sepanjang perjalanan kereta api akan melintasi terowongan dan juga perbukitan yang memanjakan mata.
Perjalanan ke 'puncak Eropa' sangat mengesankan, tetapi stasiun kereta Jungfraujoch di puncaklah yang dianggap banyak orang sebagai daya tarik utama.
Dari sana, kamu bisa menyaksikan panorama indahnya gunung Swiss yang indah lewat gardu pandang yang ada. Di hari yang cerah, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan sekitar 200 puncak gunung yang terlihat dari segala arah.
Untuk menikmati pengalaman tersebut, turis harus merogoh kocek yang cukup dalam yaitu sekitar 245 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3,6 juta untuk sekali jalan. Meski terdengar mahal, harga tersebut cukup sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.
Tertarik mencoba?
