Kumparan Logo

Hanami, Harmonisasi Antara Piknik dan Melihat Cantiknya Bunga Sakura

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hanami di Jepang Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Hanami di Jepang Foto: Shutter Stock

Kala mekar, sakura menjadi satu dari sekian banyak daya tarik yang ditawarkan Jepang. Pemandangan serba merah muda atau putih bak magnet yang mampu mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Selain dinikmati atau dipotret, ada cara lain untuk mengamati cantiknya bunga sakura. Yakni melalui Festival Hanami.

Secara harafiah, hana berarti bunga dan mi memiliki arti untuk melihat. Jadi, hanami berarti melihat bunga.

Ya, tradisi kuno ini dilakukan untuk menikmati mekarnya bunga sakura (terkadang juga bunga prem), sambil piknik di bawah pohon.

Masyarakat yang Ikut Menggelar Hanami Foto: Shutter Stock

Ada kisah yang menceritakan jika hanami muncul lebih dari 1000 tahun yang lalu. Kala itu, bangsawan melihat bunga sakura yang indah dan langsung menulis puisi yang terinsipirasi dari bunga nasional Jepang ini.

Sumber lain menyebutkan jika sejak Zaman Heian (794-1185), pesta seperti hanami populer di kalangan aristokrasi. Kemudian saat Periode Azuchi Momoyama (1568-1600), pesta untuk menyambut mekarnya bunga sakura menyebar ke seluruh wilayah dan hanami pertama terjadi pada abad ketujuh.

Pohon Sakura dan Festival Hanami di Jepang Foto: Shutter Stock

Namun, saat itu hanami hanya digelar pada hari tertentu dan hanya kalangan atas saja yang bisa menikmati keindahan bunga sakura. Baru pada akhir abad ke-17 hanami populer di kalangan kelas pekerja.

Dan kini, penyelenggaraan hanami tak seperti bangsawan atau dirayakan oleh kalangan tertentu saja. Hanami bisa dinikmati siapa saja dan digelar bersama teman, keluarga, bahkan rekan perusahaan, sambil menikmati makan dan minum layaknya piknik di bawah pohon.

Masyarakat Makan di Bawah Pohon Saat Hanami Foto: Shutter Stock

Biasanya ketika piknik, masyarakat akan membawa makanan yang dimasak di rumah atau membelinya. Dengan beralas terpal biru, sake, bir, dan shōchū, ayam goreng, sushi, onigiri, dan edamame, menghiasi atasnya.

Umumnya, Festival Hanami dilakukan di taman-taman yang ada di Jepang, selama musim semi. Secara statisktik, sekitar 60 persen dari populasi Jepang ambil bagian dalam perayaan hanami setiap tahun.

Masyarakat yang Berkumpul Saat Hanami Foto: Shutter Stock

Sebagian besar hanami digelar antara bulan Maret dan April, saat pohon sakura di seluruh Jepang mekar selama tujuh hingga 10 hari. Namun, lain tempat, lain pula waktu mekarnya.

Di Okinawa, bunga sakura mulai mekar pada bulan Januari, sementara akhir Maret hingga April di wilayah Honshu bunga tersebut baru mekar. Berbeda dengan Hokkaido yang mulai mekar di bulan Mei, sedangkan Tokyo dan Kyoto bunga sakura bermekaran antara bulan Maret dan April.