Harga Sewa Apartemen di Tokyo Cetak Rekor Tertinggi, Capai Rp 11 Juta per Bulan
·waktu baca 2 menit

Harga sewa apartemen studio di pusat Kota Tokyo kembali melonjak, dan mencetak rekor tertinggi selama 22 bulan berturut-turut pada Maret 2026. Kenaikan ini menunjukkan tekanan biaya hidup di Ibu Kota Jepang masih terus berlanjut.
Dilansir NHK, berdasarkan survei perusahaan informasi properti At Home, rata-rata harga sewa apartemen studio di 23 distrik Tokyo naik 13 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 111.922 yen per bulan. Nilai tersebut setara sekitar 700 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 11 jutaan, untuk unit berukuran hingga 30 meter persegi.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak survei ini pertama kali dilakukan pada 2015.
Tidak hanya unit kecil, harga sewa apartemen keluarga juga mengalami kenaikan. Untuk hunian berukuran 50 hingga 70 meter persegi, rata-rata sewa naik 5,9 persen menjadi 253.534 yen per bulan, atau hampir 1.600 dolar AS atau sekitar Rp 27,5 juta.
Kenaikan ini menandakan pasar sewa properti di Tokyo mengalami tekanan merata, baik untuk lajang maupun keluarga.
Biaya Pemilik Naik, Permintaan Meningkat
Menurut pejabat At Home, para pemilik properti menghadapi kenaikan berbagai biaya operasional, sehingga memilih menaikkan harga sewa.
Selain itu, momentum perpindahan penduduk menjelang April, yang menandai awal tahun fiskal Jepang, turut dimanfaatkan pemilik apartemen untuk menyesuaikan tarif.
Di Jepang, awal tahun fiskal sering menjadi periode sibuk, karena banyak perusahaan melakukan rotasi pegawai, sementara mahasiswa dan pekerja baru pindah tempat tinggal.
Lonjakan harga sewa ini menjadi tantangan tambahan bagi warga Tokyo, terutama generasi muda dan pekerja baru yang mencari tempat tinggal terjangkau di pusat kota.
