Heboh Pedagang Diusir di TMII: Satpam Maki-maki, Kini Dipecat
·waktu baca 4 menit

Video seorang satpam yang memaki-maki dan mengasari ibu-ibu pedagang keliling, viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh pemilik akun Instagram @love_jkt, terlihat satpam tersebut tengah memarahi seorang ibu paruh baya yang tertangkap basah berjualan tanpa izin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Sambil marah-marah, petugas itu bertanya kepada pedagang tersebut di mana ketua atau koordinator yang menyuruhnya berjualan di TMII.
"Ketua kamu siapa, ketua kamu siapa," ujar satpam tersebut di video.
Si ibu tak menjawab dan hanya mengatakan bahwa ia ingin pulang.
"Saya mau pulang, pak, mau pulang. Enggak ada, ini punya orang, pak," ujar ibu itu sambil memelas.
Usai diunggah, video itu pun viral dan menuai beragam komentar netizen di media sosial. Banyak yang menilai bahwa satpam itu berlebihan dan tak seharusnya berlaku kasar terhadap orang tua. Namun, tak sedikit pula yang mengaku resah dengan ulah pedagang tak resmi yang berjualan di tempat yang tak seharusnya.
TMII Beberkan Kronologi Awal
Buntut viralnya video tersebut, TMII langsung buka suara dan menceritakan kronologi awal insiden tersebut. Humas TMII, Novera Mayang Sari, mengatakan pihaknya menyesalkan aksi satpam yang menegur pedagang itu, yang tidak sesuai dengan semestinya.
"Kami sangat menyesalkan atas kejadian di video yang beredar antara petugas keamanan dari mitra outsourcing TMII dan pedagang tidak resmi," ungkap Mayang, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan.
Menurut penjelasan pihak TMII, video tersebut diambil pada tanggal 21 Oktober 2023, ketika pihak keamanan sedang melakukan penertiban kepada pedagang tidak resmi di area TMII. Namun, sangat disayangkan, petugas tersebut bertindak tidak dengan semestinya.
Usai viral, TMII langsung melakukan investigasi terhadap pihak terkait. Di mana hasilnya disebutkan bahwa tindakan satpam itu tidak sesuai dengan SOP yang berlaku di TMII.
"Petugas tersebut telah mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perilakunya kepada pedagang tidak resmi dimaksud. Kedua belah pihak telah membuat kesepakatan damai pada tanggal 22 Oktober 2023," lanjut keterangan tersebut.
Satpam Tersebut Diberhentikan
Atas hal ini, pihak manajemen TMII telah menyampaikan teguran kepada perusahaan penyedia jasa keamanan, dan meminta pertanggungjawaban berupa permohonan maaf atas sikap dan tindakan yang dilakukan oleh salah satu personelnya yang telah merugikan nama baik TMII.
"Per tanggal 25 Oktober 2023, petugas tersebut sudah tidak bertugas di TMII," pungkasnya.
Klarifikasi PJS Security
Berkaitan dengan hal tersebut, pihak PJS Security --selaku perusahaan outsourching yang menjadi mitra Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memberikan klarifikasi buntut viralnya satpam berinisial AK dalam tindakan yang tidak menyenangkan terhadap seorang pedagang tanpa izin berinisial E di kawasan TMII pada saat kegiatan penertiban pedagang liar.
Berikut pernyatan resmi dari PJS Security:
"Pegawai kami telah mengakui bahwa tindakannya tersebut adalah tindakan pribadi dan terjadi secara spontan tanpa ada maksud atau tendensi tertentu. Yang bersangkutan AK; telah menyesali perbuatannya dan memberikan permintaan maaf secara terbuka. Sdr. AK dan Ibu E, telah bertemu secara pribadi dan kedua belah pihak telah berdamai dan saling memaafkan.
Sdr. AK juga menyadari bahwa tindakan yang tidak sesuai SOP dari kami dan SOP dari Pengelola TMII adalah tidak merepresentasikan Manajemen TMII dan Manajemen PJS Security.
Sdr. AK juga bersedia bertanggung jawab atas sanksi dalam bentuk apapun.
Ibu E juga telah menyadari kesalahannya dengan memasuki area TMII dengan cara menerobos pagar/perimeter kawasan TMII, tidak mempunyai tiket masuk (pengunjung ilegal) serta berjualan tanpa izin dari pengelola TMII.
Kami sangat menyesal dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan. Tindakan tegas telah diambil terhadap pegawai yang bersangkutan, dan ia telah diberhentikan dari tugasnya. Insiden ini tidak mencerminkan standar pelayanan dan etika kerja yang selama ini kami junjung tinggi.
Kami juga memohon maaf kepada Manajemen TMII dan seluruh Stakeholders TMII atas kejadian yang dilakukan oleh oknum karyawan kami yang merugikan citra dan nama baik TMII.
Sebagai bentuk komitmen kami terhadap kualitas pelayanan, kami akan meningkatkan pelatihan dan pengawasan terhadap seluruh pegawai agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kami berjanji akan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, serta memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bagi semua Pengunjung, Staff, Tamu dan Mitra Kerja lainnya.
PJS Security sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan yang berizin, menghargai dukungan dan kepercayaan masyarakat selama ini. Kami berharap kejadian ini tidak mengurangi kepercayaan Anda terhadap kami dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Terima kasih atas pengertian dan dukungannya."
