Hore! Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka Kembali Mulai 1 Februari

Setelah ditutup sejak Desember 2019 lalu pasca-kebakaran, seluruh jalur pendakian di Gunung Merbabu akan dibuka kembali untuk wisatawan.
Kabar pembukaan jalur tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Tata Usaha (TU) BNTGMb, Johan Setyawan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh jalur pendakian akan dibuka kembali pada 1 Februari 2020 mendatang.
“Iya akan segera dibuka kembali terhitung 1 Februari 2020, mendatang,” ujar Johan saat dihubungi kumparan pada Kamis (30/1).
Pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) juga telah mengeluarkan surat pengumuman mengenai dibukanya kembali seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu. Surat tersebut bernomor PG.04/T.35/TU/EVLAP/01/2020 pada 28 Januari 2020.
Selama ditutup, lima jalur pendakian Gunung Merbabu, yaitu Jalur Selo, Suwanting, Wekas, Cuntel, dan Thekelan sudah dilakukan perbaikan, pembersihan, penambahan fasilitas, serta papan informasi.
Sementara itu, khusus jalur pendakian Selo sudah diberlakukan mekanisme booking online. Sehingga bagi pendaki yang ingin mendaki ke puncak Merbabu melalui jalur Selo, mereka harus melakukan booking dengan mengunjungi laman www.tngunungmerbabu.org.
Gunung Merbabu sendiri memiliki lima jalur resmi pendakian yang menawarkan sensasi tersendiri bagi pendaki. Kelima jalur tersebut adalah Jalur Selo (di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali), Jalur Cunthel (di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan), Jalur Thekelan (di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang), Jalur Suwanting (di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan), dan terakhir Jalur Wekas (di Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang).
Seiring dibukanya kembali jalur pendakian tersebut, seluruh pendaki diimbau agar mematuhi tata tertib pendakian gunung dan memperhatikan kondisi cuaca, serta situasi di jalur pendakian. Hal tersebut semata-mata demi keselamatan para pendaki.
Siap menikmati keindahan Merbabu?
