Kumparan Logo

Hormati Hari Raya Karo, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/5/2024). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/5/2024). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO

Jalur pendakian ke Gunung Semeru ditutup sementara dalam rangka perayaan kepercayaan warga Suku Tengger, Hari Raya Karo. Penutupan sementara pendakian di Gunung Semeru dilakukan selama 10 hari mulai tanggal 17 hingga 26 Agustus 2025.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan pendakian baru akan kembali dibuka pada 27 Agustus 2025.

"Aktivitas jalur pendakian di Gunung Semeru ditutup secara total mulai Minggu (17/8) sampai pada Selasa (26/8). Aktivitas pendakian kembali dibuka pada 27 Agustus 2025," kata Rudi seperti dikutip Antara.

Ilustrasi pendaki di Gunung Semeru Foto: Shutter Stock

Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru juga secara resmi telah diumumkan oleh Balai Besar TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor PG.11/T.8/TU/HMS.01.08/B/07/2025 yang diterbitkan pada hari ini.

Surat pengumuman dari Balai Besar TNBTS itu sekaligus menindaklanjuti surat dari Kepala Desa Ranupani Nomor 400.10.2/150/427.92.12/2025 tentang Permohonan Izin Penutupan Jalur Pendakian Semeru Sementara, yang diterbitkan pada Kamis (10/7).

Warga membawa kambing yang merupakan persembahan masyarakat Suku Tengger di kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (22/6/2024). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO

Rudi menyampaikan bahwa aktivitas pendakian terakhir dilaksanakan pada Sabtu (16/8).

"Dan pendaki wajib turun ke Ranupani pada Minggu (17/8), paling lambat pukul 16.00 WIB," ucapnya.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mematuhi aturan yang telah dibuat ini, sebagai bentuk toleransi terhadap adat masyarakat Tengger.

"Mari bersama-sama menjaga dan menghormati budaya dengan mengikuti aturan yang ada," ucap dia.

Aktivitas Wisata di Ranu Regulo Tetap Dibuka

Wisatawan mendirikan tenda saat mengunjungi objek wisata Ranu Regulo di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/9/2024). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Selain itu, melalui surat pengumuman dari Balai Besar TNBTS, meski jalur pendakian Gunung Semeru ditutup tetapi aktivitas kunjungan wisata dan berkemah di Ranu Regulo masih tetap dibuka.

"Pendaki dan pengunjung bisa membeli tiket melalui website bromotenggersemeru.ksdae.kehutanan.go.id," tutur dia.

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan telah mempersiapkan pengamanan sebagai bentuk antisipasi adanya pendaki liar yang mendaki Gunung Semeru, selama pemberlakuan masa penutupan itu.

"Di pintu masuk (jalur pendakian) kami sudah memiliki petugas yang berjaga," ujarnya.

Terkait pemesanan tiket pendakian untuk 17-26 Agustus, Endrip menyatakan jika pihak masih belum membuka proses penjualan, sehingga dipastikan belum ada satu pun pendaki yang melakukan pembelian tiket masuk.

"Semuanya aman, kuota pendakian belum kami buka untuk tanggal itu," kata Endrip.