IATA Sebut Industri Penerbangan Masih Lesu Memasuki Tahun Kedua Pandemi
ยทwaktu baca 1 menit

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebut industri penerbangan masih lesu memasuki tahun kedua pandemi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Umum IATA, Willie Walsh, beberapa waktu yang lalu.
"Kita melihat sejumlah variasi terkait penanganan untuk testing, di mana ini menyebabkan kebingungan konsumen," ujar Willie, seperti dikutip dari Reuters.
Dalam penelitian terbaru IATA, permintaan perjalanan udara atau penerbangan masih lemah dibandingkan dengan tingkat pra-pandemi COVID-19. Hasil penelitian tersebut menunjukkan permintaan lebih rendah 63 persen pada Mei 2021, dibandingkan pada bulan yang sama dua tahun lalu.
Hal itu disebabkan oleh pembatasan perjalanan yang sedang dilakukan di beberapa negara. IATA menyebut bahwa penerbangan internasional paling terdampak dibandingkan pasar domestik, seperti China dan Rusia.
Sementara itu, ketika dunia perlahan dibuka kembali untuk perjalanan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara untuk tidak bertindak tergesa-gesa karena bisa berdampak buruk.
Dilansir Times of India, dunia saat ini mengkhawatirkan varian Delta yang menular. Inggris melaporkan lebih dari 30.000 kasus untuk pertama kalinya sejak Januari pada hari Rabu, 7 Juli lalu, saat pemerintah ingin melonggarkan pembatasan.
Portugal juga telah melaporkan 3.000 kasus harian dalam 24 jam terakhir, sementara kasus di Jerman telah meningkat setelah penurunan selama lebih dari dua bulan.
Sementara itu, Prancis telah melaporkan bahwa 40 persen kasus positif COVID-19 di negaranya adalah varian Delta.
Sedangkan di dalam negeri, Indonesia juga tengah mencatat kenaikan kasus COVID-19 per harinya. Ditambah dengan rekor 1.000 kematian akibat virus corona untuk pertama kalinya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
