Ikut Festival Raja Ampat, Wisatawan Wajib Menginap di Homestay Warga

18 September 2019 19:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pianemo Raja Ampat Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pianemo Raja Ampat Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, telah mempersiapkan tiga lokasi untuk penyelenggaraan Festival Pesona Bahari Raja Ampat yang akan digelar pada 18-22 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan ketiga lokasi tersebut yaitu Waisai yang merupakan ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Kampung Sapokren, dan Teluk Mayalibit.
Yusdi mengatakan, penyelenggaraan Festival Bahari pada tiga lokasi tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal yang menekuni usaha jasa pariwisata. Sebab, di tiga lokasi tersebut terdapat banyak homestay milik masyarakat lokal.
Pianemo Raja Ampat Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
“Di sana homestay banyak, ada sekitar 175 homestay. Dan kalau wisatawan ingin punya pengalaman unik bisa tinggal di homestay. Langsung berinteraksi dengan warga lokal,” ujar Yusdi di Gedung Kementerian Pariwisata, Selasa (17/9).
Selain menyediakan homestay, warga lokal di Raja Ampat juga menyewakan speedboat atau kapal kecil transwisata. Hal inilah yang akan membuat Festival Pesona Bahari Raja Ampat tahun ini sedikit berbeda.
ADVERTISEMENT
Saat festival tersebut berlangsung, Dinas Pariwisata Raja Ampat akan menjual paket-paket tur. Hal ini disampaikan Yusdi yaitu alih-alih memilih resort-resort mewah, pihaknya justru memasukkan homestay milik warga lokal dalam paket tur tersebut.
Sehingga nantinya, wisatawan yang membeli paket tur festival ini, bakal merasakan pengalaman menginap langsung di homestay milik masyarakat lokal yang ada di Waisai, Kampung Sapokren, Teluk Mayalibit, dan sekitarnya.
Selain itu, dalam paket tur tersebut, semua perjalanan wisata ke berbagai destinasi juga akan menggunakan speedboat transwisata Raja Ampat dan longboat milik masyarakat lokal.
Pianemo Raja Ampat Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
“Untuk tahun ini, keunikannya itu adalah kita akan promosikan homestay warga lokal. Jadi semua tamu festival itu nanti kita akan inapkan di homestay semua. Itu sudah termasuk dalam paket tur,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Hal ini dilakukan karena menurut Yusdi homestay di Raja Ampat justru lebih dikenal oleh wisatawan asing ketimbang wisatawan domestik. Sehingga keberadaan homestay ini penting untuk dipromosikan juga kepada wisatawan lokal.
Untuk mendukung Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019, Yusdi menyatakan pihaknya menjual sekitar 500 paket untuk wisatawan domestik dan 100 paket untuk wisatawan asing. Festival yang mengangkat tema 'Exotic Raja Ampat, From Ridge to Reef’ ini akan menampilkan berbagai kegiatan antara lain Wild Life (mengenal lebih dekat flora dan fauna Raja Ampat), Water Activities (snorkeling, diving) dan Island Hopping (mengunjungi pulau Piyainemo dan Kepulauan Fam).
“Jadi wisatawan akan melihat keindahan Raja Ampat dari puncak gunung hingga ke dasar laut. Termasuk juga kearifan lokal,” ujar Jusdi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) foto bersama saat peresmian Calender of Event Papuat Barat 2019 di Kementerian Pariwisata. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat M. Lakotani juga mengatakan bahwa salah satu kekuatan Raja Ampat adalah kearifan lokal yang diwariskan turun temurun.
ADVERTISEMENT
“Masyarakat adat yang menghuni tanah Papua sejak dulu, telah mewariskan kearifkan lokal yaitu untuk terjaganya keutuhan alam. Karena kearifan masyarakat adat inilah kita bisa menikmati surga kecil yaitu Raja Ampat,” ujarnya.
Lakotani berharap dengan digelarnya festival berskala nasional tersebut, makin banyak lagi wisatawan yang tertarik datang ke Raja Ampat. Lebih dari itu, Lakotani juga berharap festival tersebut bisa menjadi ajang untuk mempersatukan bangsa.
“Harapannya bisa menarik kunjungan wisman dan wisdom. Bahkan bisa dimaknai sebagai perekat kesatuan bangsa,” tutupnya