Kumparan Logo

Imbas Virus Corona, Ini yang Harus Kamu Siapkan saat Liburan ke Jepang

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi Negara Jepang Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi Negara Jepang Foto: Shutterstock

Jepang selalu menggoda wisatawan lewat beragam destinasi wisata dan ragam kebudayaan yang dimilikinya. Namun, akibat virus corona yang terjadi beberapa waktu lalu, Pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan baru bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya.

Buat kamu yang berencana liburan ke Jepang dalam waktu dekat, ada beberapa hal yang mesti kamu siapkan. Mengutip laman resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, wisatawan diwajibkan untuk mengisi kuesioner terkait virus corona saat mengurus visa ke Jepang.

Ilustrasi wisatawan Korea Selatan traveling di Jepang Foto: Shutter Stock

Kuesioner tersebut berisi dua pertanyaan, yaitu pernah atau tidak berada atau tinggal di Hubei, Tiongkok paling tidak 14 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Jepang. Dan apakah ada rencana mengunjungi Hubei setelah visa Jepang diterbitkan.

Tak sampai di situ saja, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia juga mengeluarkan informasi perihal “Pemberitahuan Penting Mengenai Pembatasan Baru Berkaitan Novel Coronavirus”. Informasi tersebut dirilis pada 3 Februari 2020 di laman resmi mereka.

Menurut Staff Kedutaan Besar Jepang, Mamiko, bagi wisatawan yang ingin melakukan permohonan visa ke Jepang, wisatawan diwajibkan untuk mengisi kuesioner di laman resmi Kedubes Jepang.

“Bagi setiap pemohon visa, maupun waiver, akan diwajibkan mengisi kuesioner yg terdapat pada laman tersebut,” ujar Mamiko saat dihubungi kumparan, Jumat (7/2).

Petugas menggunakan masker memeriksa penumpang dari Wuhan China di Bandar Udara Internasional Narita, Tokyo. Foto: STR / JIJI PRESS / AFP

Berikut informasi yang dirilis Kedutaan Besar Jepang:

1. Pemerintah Jepang telah menetapkan Novel Coronavirus sebagai “Penyakit Menular Tertentu (Designated Infectious Disease)” berdasakan Undang-undang Penyakit Menular Jepang, sehingga warga negara asing yang dikategorikan sebagai pasien Novel Coronavirus akan ditolak mendarat di Jepang sesuai dengan Undang-undang Keimigrasian dan Pengakuan Pengungsi.

Pemerintah Jepang juga telah menetapkan Novel Coronavirus sebagai “Penyakit Menular yang Dapat Dikarantina (Quarantinable Infectious Diseases)” berdasarkan Undang-Undang Karantina Jepang. Sehingga warga negara asing yang diduga tertular Novel Coronavirus akan dikarantina tanpa terkecuali, termasuk pemegang visa yang sah.

2. Pada 1 Februari 2020, Pemerintah Jepang juga telah memutuskan untuk sementara ini, bagi mereka yang termasuk ke dalam dua kategori di bawah ini akan ditolak mendarat di Jepang, kecuali ada kondisi-kondisi luar biasa yang mengharuskan mereka masuk ke Jepang.

- Warga negara asing yang pernah mengunjungi Provinsi Hubei di Republik Rakyat Tiongkok dalam 14 hari sebelum tiba di Jepang.

- Warga negara asing pemegang paspor yang diterbitkan oleh Pihak Berwenang di Provinsi Hubei.

3. Berdasarkan “Kriteria Penerbitan Visa”, maka aplikasi visa dari mereka yang termasuk ke dalam kategori yang ditolak mendarat di Jepang, tidak dapat diterima. Pemohon visa diwajibkan mengisi dan menyerahkan kuesioner mengenai apakah mereka pernah atau belum pernah (atau berencana) mengunjungi Provinsi Hubei di Republik Rakyat Tiongkok dalam 14 hari sebelum tiba di Jepang.

4. Harap diperhatikan bahwa bahkan warga negera asing yang telah memiliki visa multiple entry ke Jepang tidak akan diizinkan mendarat di Jepang jika mereka termasuk ke dalam dua kategori tersebut di atas.

Kuesioner yang harus dilampirkan pemohon visa dapat diunduh di https://www.id.emb-japan.go.jp/info20_01_kuesioner.pdf.

Wisatawan berfoto di Hakone, Jepang Foto: Shutter Stock

Selain itu, Mamiko juga mengimbau wisatawan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya saat ingin berlibur ke Jepang.

“Kalau imbauan khusus tidak ada, sama seperti imbauan kepada masyarakat Jepang sendiri, yaitu jaga diri sendiri dengan memakai masker terutama di tempat ramai, lebih intensif mencuci tangan, bukan saja saat sebelum makan tetapi juga saat habis bepergian,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Siap traveling ke Jepang?