Imbas Virus Corona, Turis China di Italia Dapat Perlakuan Rasial

Komunitas China di Italia mengingatkan warga lokal agar tidak melakukan perlakuan rasial terhadap turis asal Negeri Tirai Bambu. Tindakan rasial itu didorong oleh ketakutan warga tertular virus corona yang dibawa oleh wisatawan China.
Ketegangan di Italia muncul semenjak 7.000 turis China ditahan di atas kapal pesiar di pelabuhan Italia, setelah dua penumpang asal China diisolasi karena dicurigai terkena virus corona. Meskipun tes pendahuluan kesehatan dua wisatawan tersebut menunjukkan bahwa mereka negatif mengidap virus corona.
Dilansir AFP, surat kabar di Italia telah memberitakan adanya kasus intimidasi atau diskriminasi terhadap orang China di Italia, setelah wabah virus corona menjadi momok di seluruh dunia. Terlebih, virus asal Wuhan, China, itu telah menyebabkan 213 orang meninggal dunia, dan menyebar di 15 negara.
Belakangan ini kasus rasisme terhadap turis China kerap terjadi. Misalnya beberapa waktu yang terjadi pada turis asal China yang diludahi saat berada di Venesia dan keluarga asal China yang dituduh membawa virus corona ke Italia.
Tidak hanya itu, sekelompok ibu-ibu di Milan juga menyerukan kepada anak-anak di Italia agar menjauhi teman mereka yang keturunan China.
"Ini benar-benar tidak dapat dibenarkan dan bahkan lebih menyakitkan, karena melibatkan anak-anak. Ini campuran ketidaktahuan dan ras laten," kata Francesco Wu, anggota Asosiasi Bisnis Italia Conf Commercio.
Lembaga Kesehatan Italia saat ini telah mengirim surat edaran kepada seluruh sekolah di negara tersebut, agar tidak perlu melakukan tindakan yang membatasi kehadiran anak-anak China dalam komunitas sekolah.
Sejak tahun 2018, tercatat sekitar 300 ribu penduduk asal China tinggal di Italia. Kini, Italia menjadi negara ketiga di Eropa, setelah Prancis dan Jerman yang mengkonfirmasi kasus virus corona.
Pada Jumat (31/1), dua wisatawan China di Italia diberitakan positif terjangkit virus corona. Akibatnya, Italia juga kini menghentikan seluruh penerbangan ke dan dari China.
Sejauh ini, total 213 orang di China meninggal dan lebih dari 8.000 orang di berbagai negara terjangkit virus asal Wuhan, China, itu. Meski begitu, China mengklaim 130 pasien berhasil sembuh melawan virus mematikan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan keadaan darurat global penyebaran virus corona. Keadaan darurat ini berdasarkan lompatan kematian terbesar dalam satu hari.
